Home / Pemerintahan

Selasa, 20 Desember 2022 - 12:45 WIB

PD Aman Dorong Terbentuknya Perda PPMA

PD Aman mengabadikan momen foto bersama Sekda Sambas, Selasa (20/12/2022).

PD Aman mengabadikan momen foto bersama Sekda Sambas, Selasa (20/12/2022).

Sambas Times. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) menggelar Focus Grup Discussions (FGD) Mendorong Perda Tentang Pengakuan Dan Perlindungan Masyarakat Adat (PPMA) di Kabupaten Sambas.

FGD yang digelar PD Aman dibuka secara resmi Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas Ir H Ferry Madagaskar MSi, Selasa (20/12/2022) di Aula Kantor Bupati Sambas.

Sekda menegaskan sangat memahami tujuan dari FGD yang digelar. Dan tujuan kita sangat mulia, apalagi sudah delapan kabupaten daerah tentang penataan masyarakat adat di Kabupatennya masing masing.

“Perda ini bertujuan menjaga hak asasi masyarakat untuk mempertahankan wilayahnya, ini sangat sejalan dengan visi dan misi Bupati Sambas,” ujar Sekda.

BACA JUGA:  Dishub Sambas Perlu Tambah Petugas KIR

Ferry berpesan nantinya, jika sudah terwujud maksimalkan Perda ini untuk kesejahteraan masyarakat bukan untuk menakuti.

“Tujuan Perda ini untuk kepentingan masyarakat, jika Perda tersebut telah terwujud, diharapkan dapat melindungi masyarakat,” pesan Sekda.

Ketua PD Aman Sambas Iskandar mengatakan sangat mendorong terbentuknya Perda tentang PPMA di Kabupaten Sambas.

“Ia berharap hasil FGD ini nantinya dapat dirumuskan pikiran bersama mendorong terwujudnya Perda PPMA,” harapnya.

Biro Advokat dan kebijakan PW Aman Kalbar Glorio Sanen menyampaikan. Pemerintah Kabupaten Sambas dalam hal ini di wakili Sekda Sambas memberi dukungan Perda yang diajukan PD Aman.

BACA JUGA:  Polres Sambas Berbagi Bantu Warga dan Tukang Parkir Sembako

“Untuk mendorong Perda ini tentunya ada mekanisme administratif, sehingga harus disesuaikan dengan kondisi permintaan yang berjalan,” jelasnya.

Ia mengatakan, secara substansi Perda ini yang pertama mandat dari konstitusi, terutama putusan nomor 35 tahun 2012.

Aman selaku pemohon dalam proses yang secara tegas, mahkamah menyatakan perlu peraturan perundang-undangan untuk memberikan pengakuan dan perlindungan kepada masyarakat.

“Jika di tingkat undang-undang belum dibahas, maka mahkamah konstitusi memberikan alternatif kewenangan ditingkat daerah, dalam hal ini provinsi maupun kabupaten, dan diskusi ini menjawab keputusan mahkamah konstitusi tersebut,” pungkasnya. (Hen)

Share :

Baca Juga

Suasana Rakor Pendamping Desa yang digelar Dinsos PMD bersama Tenaga Pendamping Desa.

Pemerintahan

Ferdinan Dukung Dinsos PMD Gelar Rakor Pendamping Desa
Dandim 1208 Sambas Letkol Inf Dadang Armada Sari

Pemerintahan

Dandim dan Bupati Dampingi Kunker Gubernur di Sambas
Bupati Sambas Satono

Kesehatan

Bupati Akan Naikkan Tunjangan Dokter Spesialis Berstatus Pegawai
Bupati Ajak Kolaborasi Tekan Penurunan Stunting di Kabupaten Sambas

Pemerintahan

Bupati Ajak Kolaborasi Tekan Penurunan Stunting di Kabupaten Sambas
Bupati Sambas Satono

Pemerintahan

Gandeng Guru PAI, Bupati Komitmen Bangun Bidang Keagamaan
Syarif H Karim juru Bicara Fraksi PDI P menyerahkan tanggapan fraksinya kepada Ketua DPRD Sambas Abu Bakar

Pemerintahan

Fraksi PDI P Harap Dukungan Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Kadinkes Kabupaten Sambas foto bersama usai kegiatan koordinasi lintas program percepatan pencegahan covid-19

Kesehatan

Kadinkes Minta Tenaga Kesehatan Gencarkan Imunisasi Anak
Bupati Sambas Satono

Pemerintahan

Bupati Resmikan Gedung Serbaguna Advent Pniel Tebas
error: Content is protected !!