Sambas Times. Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) menggelar Workshop Pembuatan Project Based Learning (PBL) bagi Dosen dengan menghadirkan Direktur Politeknik Negeri Ketapang (Politap) di Aula Direktorat Poltesa.
“Kita menggelar workshop ini untuk belajar cara pembuatan PBL yang telah berhasil diterapkan Politap di kampusnya,”. Kata Direktur Poltesa Yuliansyah, Rabu (10/8/2022).
Menurut konsep, ujar Yuliansyah, model PBL yang ideal adalah berbasis proyek nyata. Dan menjadi salah satu indikator kelulusan mata pelajaran terkait.
“Dalam PBL kita harus belajar dari Politap, karena telah berhasil diterapkan di kampusnya. Dan sekarang PBL itu sudah berjalan dengan baik di Politap,” ujar Yuliansyah.
Ia mengungkapkan, PBL sebenarnya sudah dilakukan, termasuk MBKM, karena ini bukan hal baru bagi Politeknik. Namun sekarang harus dipertajam dan di support Kementerian, khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
“PBL harus menjadi kekuatan pendidikan vokasi, jadi ini harus bersama-sama kita dukung dan terapkan di kampus,” ajaknya.
Direktur berharap kegiatan ini dapat memberikan pencerahan dan motivasi bagi kita semua.
“Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan pencerahan dan motivasi bagi kita semua, terutama bagi Kepala Jurusan dan Kepala Program Studi agar merancang PBL di jurusan atau prodi masing-masing,” imbau dia.
Hal senada disampaikan Direktur Politap, Endang Kusmana, ia menegaskan bahwa PBL merupakan ujian bagi pimpinan untuk komitmen membangun PBL di kampus dengan dukungan seluruh elemen kampus.
“Terkait PBL kita masih sama-sama belajar, walaupun Politap menerapkan lebih dulu. Namun kuncinya bagaimana pimpinan dapat berkomitmen membangun PBL dan mendapat dukungan seluruh elemen kampus”, ucapnya.
Selain itu, ujarnya, kunci membangun PBL di kampus, ialah memfasilitasi Kajur, Support, memberdayakan Teaching Factory yang ada, uji coba dan evaluasi, serta tidak ketinggalan isu atau program dari Kementerian. (edo)
















