Sambas Times. Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) memberikan pelatihan Pengendalian Hama dan Pembuatan Pupuk Kompos di Desa Penakalan, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas.
Pelatihan itu digelar tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Poltesa. Sebagai upaya penguatan kapasitas petani desa Penakalan dalam mendukung ketahanan pangan.
Ketua Tim PKM Poltes, Sudirman Masara’T menjelaskan, ketahanan pangan salah satu isu yang mendapat perhatian masyarakat global. Ketahanan pangan tidak hanya dipahami sebagai upaya peningkatan produksi bahan pangan.
Tetapi, jelasnya lagi, bagaimana ketahanan itu bisa dimulai dari hulu sampai pada hilirisasi produk pangan itu sendiri. Dimana petani sebagai ujung tombak, harus mengetahui tugasnya.
Dalam kegiatan itu, Tim PKM Poltesa mengangkat tema “Pelatihan Pengendalian Hama Terpadu dan Pembuatan Pupuk Kompos dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Kelompok Tani Serunai”.
Didampingi Sunardi, Sudirman menjelaskan, pelatihan dilaksanakan selama 5 bulan. Diimulai dari Juli-November 2025, yang dibuktikan dengan bantuan fasilitas akomodasi dan pendanaan yang disalurkan melalui dana DIPA.
Bantuan ini tertuang dalam surat keputusan kepala P3M Nomor 45/PL37/P3M/A1.04/2025, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengelola organisme pengganggu tanaman, serta pemanfaatan limbah organik sebagai pupuk kompos.
Ditegaskan Sudirman, pelatihan itu diikuti sekitar 30 petani yang terdaftar dalam Kelompok Tani Serunai. Mereka antusias dan aktif mengikuti pelatihan yang disampaikan Tim PKM Poltesa.
“Dalam pemaparan materi, tim memberikan penjelasan teoritis mengenai konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang menekankan keseimbangan ekosistem sawah,” tutur dia.
Ia kembali menjelaskan, PHT merupakan metode pengendalian yang mengintegrasikan pengamatan tanaman secara rutin. Pemanfaatan dan pengembangan musuh alami, serta minimalisasi penggunaan pestisida.
Selain itu, mahasiswa program studi Agrobisnis yang tergabung dalam tim. Turut memberikan praktik langsung instalasi alat pengendalian hama (ligth trap solar panel) khususnya golongan nokturnal.
Tim PKM Poltesa Praktekkan Pembuatan Pupuk Kompos
Pada pelatihan itu, Tim PKM Poltesa memberikan pelatihan dalam bentuk praktik pembuatan pupuk organik kompos. Ini dilakukan sebagai alternatif pemupukan yang ekonomis, melimpah dan berkelanjutan.
“Limbah tanaman sisa panen seperti jerami, kotoran ternak, dan bahan organik lain yang melimpah di lingkungan sekitar dimanfaatkan menjadi sumber nutrisi bagi tanaman,” ujarnya.
Selama praktik, petani didampingi langsung untuk memastikan proses pengomposan berlangsung sesuai standar dan mudah diterapkan secara mandiri.
Kades Penakalan Sebut Pelatihan Berikan Manfaat Nyata
Kepala Desa Penakalan, Sartomo, menyampaikan, bahwa pelatihan yang diberikan Tim PKM Poltesa memberikan manfaat nyata bagi petani. Sehingga mereka mendapat ilmu pengendalian hama dan pembuahan pupuk Kompos.
“Mereka kini memahami teknik pengendalian hama yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Serta memiliki keterampilan memproduksi pupuk organik yang dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia,” jelasnya.
Ketua kelompok tani Serunai, Endang Purwanti berharap. Agar kegiatan serupa tetap dilaksanakan setiap tahunnya, dan menjadi agenda rutin Tim PKM Poltesa.
“Harapan kami pelatihan ini bisa menjadi agenda tahun Tim PKM Poltesa. Sehingga produktivitas tanaman pangan dapat meningkat, serta menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan,” harap Endang.
Penulis: Muhammad Ridho I Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News














