Home / Pemerintahan

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:22 WIB

Sekcam Tangaran Ingatkan Desa Tertib Penggunaan DD TA 2026

Sekcam Tangaran Endi Kurniawan mengingatkan desa dalam penggunaan Anggaran DD TA 2026 di Kantor Desa Merpati, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, Selasa (3/2/2026).

Sekcam Tangaran Endi Kurniawan mengingatkan desa dalam penggunaan Anggaran DD TA 2026 di Kantor Desa Merpati, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, Selasa (3/2/2026).

Sambas Times. Sekretaris Camat Tangaran, Endi Kurniawan mengingatkan pemerintah desa di Kecamatan Tangaran untuk tertib dalam penggunaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026.

Imbauan itu disampaikan Sekcam Tangaran saat menghadiri musyawarah penyampaian Laporan Realisasi APBDes dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Merpati di Kantor Desa Merpati.

Mewakili Camat Tangaran, Endi Kurniawan menyampaikan pentingnya tertib dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Termasuk realisasi penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa tahun 2026.

“Pemerintahan Desa harus memahami regulasi yang berlaku, berkaitan dengan penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Terutama kita ingatkan pada aspek penggunaan dana desa dan alokasi dana desa,” kata Sekcam, Kamis (5/2/2026).

Endi mengingatkan, Permendes Nomor 16 tahun 2025 telah diatur beberapa larangan penggunaan dana desa. Seperti pembayaran honorarium, perjalanan dinas keluar wilayah kabupaten bagi Kepala Desa, Perangkat Desa dan Badan Pemusyawaratan Desa.

BACA JUGA:  GMD Temajuk Momentum Percepatan Pembangunan Perbatasan

“Penting untuk kita mematuhi kaidah aturan yang berlaku, jika memang terdapat keraguan dalam penerapannya. Dapat berkoordinasi dengan pihak kecamatan maupun OPD yang berkaitan,” pesan Sekcam.

Pelarangan lainnya, jelas Endi, seperti pembayaran iuran jaminan sosial kesehatan dan atau jaminan sosial ketenagakerjaan bagi Kepala Desa, Perangkat Desa dan Badan Pemusyawaratan Desa.

Termasuk pembangunan kantor desa atau balai desa, kecuali rehabilitasi atau perbaikan ringan paling banyak 25 juta rupiah. Bimtek Kades, Perangkat Desa dan BPD, serta studi banding keluar wilayah Kabupaten.

BACA JUGA:  Aliansi Mahasiswa Sambas Terima Bantuan Banjir dari PASS

Hal lain yang dilarang dari Permendes Nomor 16 tahun 2025 yakni pemberian bantuan hukum bagi Kades. Perangkat Desa dan BPD, atau warga desa yang berperkara hukum melalui jalur pengadilan untuk kepentingan pribadi.

Dikatakan Sekcam, Negara juga melarang penggunaan DD untuk membayar kewajiban yang harus dibayar pada tahun sebelumnya. Sebagaimana Surat Edaran Bersama Menteri Desa dan PDT, Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri.

Nomor 9 Tahun 2025, Nomor SE-2/MK/08/2025 dan Nomor 100.3.2.3/9692/SJ/2025 tentang Penjelasan Tindak Lanjut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 108 Tahun 2025 tentang Pengalokasian DD Setiap Desa, Penggunaan dan Penyaluran DD TA 2025.

Penulis: Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Gubernur Kalbar Sutarmidji meninjau Pembangunan JSSB, Kamis (18/5/2023).

Pemerintahan

Tinjau JSSB, Gubernur Harap Diresmikan Presiden RI
Komisi II DPRD Sambas melakukan Kunker ke Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang

Pemerintahan

DPRD Harap Kartu Tani Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Dapil Sambas III

Pemerintahan

TKSK Kabupaten Sambas Dukung Dapil Kalbar III Untuk DPR RI
Bupati Sambas Satono

Pemerintahan

Bupati Sambas Tinjau Jembatan Putus di Desa Tebas Sungai
Konsultasi Bapenda Kalbar

Pemerintahan

Konsultasi Anggaran, DPRD Sambas Apresiasi Bapenda Kalbar
Bea dan cukai

Pemerintahan

BC Sintete Musnahkan BMMN Penindakan Kepabeanan dan Cukai
Stunting

Kesehatan

​Bupati Satono Buka Rakor Stunting Kabupaten Sambas
Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi

Kesehatan

Sosialisasi Puspaga Upaya Pencegahan Stunting
error: Content is protected !!