Home / Pemerintahan / Pendidikan

Selasa, 21 April 2026 - 14:05 WIB

Sinergi Lintas Sektor, Pastikan SPMB 2026/2027 Transparan dan Akuntabel

Kadisdikbud Kabupaten Sambas, Arsyad bersama lintas sektor pada Sosialisasi SPMB 2026/2027 di Aula Disdikbud Kabupaten Sambas, Senin (20/4/2026).

Kadisdikbud Kabupaten Sambas, Arsyad bersama lintas sektor pada Sosialisasi SPMB 2026/2027 di Aula Disdikbud Kabupaten Sambas, Senin (20/4/2026).

Sambas Times. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sambas menggandeng Lintas Sektor dalam mensosialisasikan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Sosialisasi SPMB dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sambas. Menghadirkan sistem pendidikan yang adil dan transparan, Senin (20/4/2026) di Aula Disdikbud Kabupaten Sambas.

Sosialisasi menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika, hingga Dewan Pendidikan Kabupaten Sambas.

Sosialisasi SPMB menjadi langkah awal untuk memastikan proses penerimaan peserta didik baru berjalan lebih objektif, transparan, akuntabel, serta bebas dari diskriminasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, Arsyad menegaskan. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan sistem penerimaan murid yang berkualitas dan terpercaya.

BACA JUGA:  Komisi IV DPRD Sambas Dukung Gemilang Perpustakaan

“Melalui keterlibatan seluruh stakeholder, kita ingin memastikan validitas data kependudukan. Khususnya Nomor Induk Kependudukan (NIK), sebagai dasar dalam proses seleksi,” ujarnya.

Selain itu, Arsyad juga menekankan pentingnya kesamaan persepsi dalam pelaksanaan sistem penerimaan murid baru. Agar seluruh satuan pendidikan memiliki pemahaman dan langkah yang selaras.

Hal ini sekaligus menjadi implementasi dari kebijakan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 14 Tahun 2026. Tentang petunjuk teknis, mekanisme verifikasi dan validasi, serta penetapan jumlah murid per rombongan belajar.

Ini Jumlah Maksimal Rombongan Belajar SD dan SMP

Dalam ketentuan tersebut, jumlah maksimal peserta didik dalam satu rombongan belajar pada kondisi normal ditetapkan sebanyak 28 siswa untuk jenjang SD dan 32 siswa untuk jenjang SMP.

BACA JUGA:  Bupati Satono Serahkan 100 Persil Sertifikat Tanah UMKM Sebawi

Lebih lanjut, Arsyad menginstruksikan seluruh pihak terkait untuk terus memperkuat koordinasi dan konsultasi. Termasuk melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap satuan pendidikan, khususnya TK dan PAUD.

Kolaborasi dengan pemerintah desa juga dinilai penting untuk memastikan seluruh anak usia sekolah dapat terdata dan mendapatkan hak pendidikan secara optimal.

“Wajib belajar saat ini sudah mencapai 13 tahun. Karena itu, kita perlu memastikan berapa jumlah anak yang harus disekolahkan, agar tidak ada yang tertinggal,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

DPPKH menjelaskan persyaratan program bantuan untuk nelayan pada sosialis peningkatan kapasitas nelayan Desa Temajuk.

Pemerintahan

DPPKH Sampaikan Persyaratan Program Bantuan Untuk Nelayan
Bupati Sambas Satono

Pendidikan

Hadiri Wisuda Santri, Bupati Ajak Ciptakan Generasi Qur’ani
Penyuluhan pertanian kegiatan non fisik TMMD Imbangan ke-115 di Desa Lumbang, Kecamatan Sambas

Pemerintahan

Kodim 1208 Sambas Laksanakan Penyuluhan Pertanian
Bupati Sambas Satono

Pemerintahan

Bupati Serahkan 100 Paket Lebaran Untuk Desa Tempapan Hulu
Direktur Poltesa Yuliansyah menerima penghargaan pengelolaan KIP-K Terbaik oleh Kemendikbudristek

Pendidikan

Poltesa Raih Penghargaan Pengelola KIP-K Terbaik Kemendikbudristek
Dinas P3AP2KB Kabupaten Sambas

Kesehatan

P3AP2KB Gelar Puspaga di Kecamatan Tangaran
RA Babul Jannah

Pendidikan

RA Babul Jannah Sambas Gelar Pawai Peringati Isra Mi’raj
DPRD Kabupaten Sambas

Pemerintahan

DPRD Kabupaten Sambas Siap Bahas APBD 2025
error: Content is protected !!