Sambas Times. Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Abdussalam Ambawang, Kubu Raya menggandeng Universitas Muhammad Tsafiuddin Sambas (UNISSAS) memperkuat literasi ekonomi syariah di era digital.
Kegiatan yang digelar, Selasa, 21 April 2026, dalam menjawab tantangan global yang kian terdigitalisasi, sukses digelar, berupa Kuliah Umum dan Pelatihan Penulisan Jurnal bertajuk “Peluang dan Tantangan Ekonomi Syariah dalam Menghadapi Era Digital”.
Sekitar 94 peserta, yang terdiri dari jajaran dosen dan mahasiswa mengikuti sesi Kuliah Umum. Sementara itu, sesi pendalaman Pelatihan Penulisan Jurnal Ekonomi Syariah diikuti 8 dosen terpilih untuk memacu produktivitas karya ilmiah di lingkungan kampus.
Ketua STEI Abdussalam, Dr M Hafidhloh SEI MM dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran narasumber ahli dari UNISSAS.
“Terima kasih Assoc Prof Dr H Sumar’in berkesempatan meluangkan waktu berbagi ilmu dan pengalamannya. Semoga civitas akademika STEI Abdussalam semakin tajam dalam memahami tantangan digital,” harapnya.
Selain itu, semakin mampu menangkap peluang yang ada. “Goal besarnya adalah lahirnya karya-karya berkualitas, baik berupa buku maupun jurnal, dari tangan dosen dan mahasiswa kita,” ujar Dr M Hafidhloh.
Rektor UNISSAS Dukung Kolaborasi Lembaga Pendidikan
Rektor UNISSAS, Dr H Arnadi memberikan dukungan penuh terhadap kolaborasi antar-lembaga pendidikan ini. Ia menekankan, penguatan ekonomi syariah di Kalimantan Barat memerlukan sinergi riset yang kuat.
“Kerjasama ini adalah langkah konkret membangun ekosistem pendidikan yang unggul. UNISSAS berkomitmen mendukung pengembangan kapasitas akademik STEI Abdussalam,” kata Dr H Arnadi dalam pernyataan resminya.
Sebagai pemateri utama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama UNISSAS, Assoc Prof Dr Sumarin SEI MSI membedah tuntas bagaimana instrumen ekonomi syariah harus beradaptasi dengan teknologi finansial dan pola konsumsi digital masyarakat modern.
“Ekonomi syariah bukan hanya soal label, tapi soal nilai dan efisiensi yang harus didukung oleh data dan literasi digital yang mumpuni. Dosen dan mahasiswa harus berani menuangkan gagasan dalam jurnal ilmiah, agar pemikiran ekonomi syariah diakui di level nasional maupun internasional,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada seremonial semata. Transformasi digital diharapkan tidak hanya menjadi subjek diskusi. Tetapi sarana bagi para akademisi di Kalimantan Barat umumnya, untuk mempublikasikan riset-riset strategis yang bermanfaat bagi umat.
Penulis: Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News














