Home / Kesehatan / Pemerintahan

Kamis, 23 Januari 2025 - 06:54 WIB

Tangaran Percepat Mini Lokakarya Penurunan Stunting 2025

Camat Tangaran Suhut Firmansyah pada kegiatan Mimi Lokakarya Penurunan Stunting tahun 2025, di Gedung Serbaguna Kecamatan Tangaran, Rabu (22/1/2025).

Camat Tangaran Suhut Firmansyah pada kegiatan Mimi Lokakarya Penurunan Stunting tahun 2025, di Gedung Serbaguna Kecamatan Tangaran, Rabu (22/1/2025).

Sambas Times. Pemerintah Kecamatan Tangaran menggelar Mini Lokakarya atau Rembuk Stunting dalam upaya percepatan penurunan stunting tahun 2025 di Gedung Serbaguna Kecamatan Tangaran, Rabu (22/1/2025).

Rembuk stunting melibatkan semua unsur di kecamatan, termasuk Forkompimcam, para kepala desa dan perangkatnya yang tergabung dalam tim kerja penurunan stunting kecamatan Tangaran.

“Pelaksanaan rembuk stunting di percepat agar dapat merancang kesepakatan, sehingga menjadi pedoman desa dalam menuangkan APBDes sebagai komitmen penanganan stunting tahun 2025,” jelas Suhut.

Camat mengatakan, tahun ini fokus pada penguatan pengorganisasian Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Bagaimana tim ini semua lini berfungsi dan benar-benar konkrit dilapangan.

Selain peranan TPPS, Camat juga memberikan perhatian peranan Tim Pendamping Keluarga (TPK), karena merupakan faktor penting menyelesaikan masalah stunting.

BACA JUGA:  Sambas Perlu Tempat Penampungan Darah Segar

“Penguatan TPK dapat menekan potensi dan risiko stunting, serta mempercepat keberhasilan progam pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana),” tegasnya.

Camat mengajak kepala desa dan perangkatnya mendukung upaya penurunan stunting. “Satukan persepsi dalam mengalokasi dana desa untuk stunting, selanjutnya dikonkritkan sesuai permasalahan yang ada,” ajak Camat.

Ia meminta Kepala Desa dan Sekretaris Desa yang merupakan Tim Percepatan Penurunan Stunting di desa dapat mengetahui informasi seputar stunting. Tujuannya agar memudahkan upaya penurunan stunting.

“Melalui Mini Lokakarya Stunting, diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan bersama, sehingga dapat dilaksanakan semua stakeholder yang terlibat,” imbuhnya.

Camat kembali mengingatkan, bahwa penurunan stunting ini adalah isu strategis. Isu nasional dan Bupati Sambas juga telah memberikan arahan yang jelas dalam penurunan stunting ini.

BACA JUGA:  Bupati Satono Dampingi Gubernur Kunker di Kabupaten Sambas

“Lokakarya ini sebagai komitmen Pemerintah Kecamatan dan Desa-desa dalam mendukung program penurunan stunting. Serta mewujukan Visi Misi Berkemajuan Bupati Sambas,” papar Camat.

Desa Berkomitmen Turunkan Angka Stunting

Darmono, Kepala Desa Merabuan Kecamatan Tangaran, menjelaskan, tahun 2024 lalu, desanya turut berkomitmen pada penurunan angka stunting.

“Pada APBDes 2024 lalu, kita komitmen penganggaran untuk penanganan penurunan stunting, tujuannya untuk mendukung tupoksi TPPS. Insyaa Allah 2025, APBDes kita juga mendukung penanganan ini,” terang Darmono.

Dalam merumuskan langkah atau strategi penurunan stunting di desanya, Darmono selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kecamatan hingga pendamping desa.

Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Anggota DPRD Sambas Bui Kiong bersama pengurus PKK Desa Sempalai pada lomba Aku Hatinya PKK

Pemerintahan

Legislator Gerindra Bui Kiong Apresiasi TP-PKK Desa Sempalai
bupati sambas h satono

Pemerintahan

Bupati Satono Minta Dishub Razia Truk Sawit Over Load
Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi

Pemerintahan

119 KPM Desa Sebayan Terima BLT-DD Desember 2022
Polres Sambas

Pemerintahan

Polres Sambas Berikan Pelatihan Pertanian Ciptakan Lapangan Kerja
Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi

Kesehatan

Wabup Rofi Ajak Stakeholder Sinergis Atasi Stunting
Desa Semata

Pemerintahan

Desa Semata Gelar Musdes Perubahan RPJMDes
Bupati Sambas Satono

Pemerintahan

Bupati Hadiri Buka Bersama Keluarga Besar Dinkes Sambas
Bupati Sambas Satono

Pemerintahan

Bupati Satono: Mari Kita Isi Ramadan Dengan Penuh Kebaikan
error: Content is protected !!