Sambas Times. Wakil Bupati Sambas Heroaldi Djuhardi Alwi menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) kesiapsiagaan Kalimantan Barat menghadapi Bencana Hidrometeorologi Basah Tahun 2026/2027.
Rakor sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, menyusul informasi BMKG tingginya curah hujan pada Oktober 2026 hingga Januari 2027, di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (6/10/2026).
Gubernur Kalimantan Barat Drs H Ria Norsan MM MH, mengajak seluruh daerah-daerah kompak dalam penanganan bencana. Sehingga permasalahan yang dihadapi bisa diatasi secara bersama-sama.
Setiap persoalan di daerah segera dikoordinasikan ke pemerintah provinsi, sehingga cepat diteruskan ke pemerintah pusat
“Bencana daerah adalah tanggung jawab kita bersama dan masyarakat, ”ujar Ria Norsan.
Ia menekankan pentingnya mengutamakan pencegahan, khususnya terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), sehingga penanganan tidak hanya dilakukan setelah bencana terjadi.
Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi menjelaskan, bahwa sejumlah wilayah yang rawan banjir, setiap tahun mengalami banjir cukup besar di Kabupaten Sambas, yakni Kecamatan Galing, Paloh, Teluk Keramat, dan Sejangkung.
“Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama, banyak tumbuhan air mulai mempersempit saluran sungai. Kemampuan APBD terbatas, sehingga perlu dukungan dari pemerintah pusat,” kata Heroaldi.
Ia berharap sinergi pemerintah kabupaten, provinsi, pusat, dan masyarakat terus diperkuat, sehingga meningkatkan kesiapsiagaan serta mengurangi risiko bencana di Kabupaten Sambas.
Penulis: Muhammad Ridho| Dapatkan Update News Sambas Times
















