Sambas Times. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sambas menyesalkan pelecehan seksual verbal oknum guru kepada muridnya yang viral melalui aplikasi WhatsApp di Kabupaten Sambas.
Ketua PGRI Sambas Aswindirno menegaskan, dunia pendidikan tercoreng akibat ulah oknum guru yang diduga melakukan pelecehan seksual verbal kepada muridnya melalui pesan singkat di aplikasi WhatsApp.
Dalam keterangannya, Aswindirno menyatakan keprihatinan dan kekecewaannya terhadap perilaku tidak pantas yang dilakukan oknum guru. Karena tindakan tersebut tidak mencerminkan integritas dan etika seorang pendidik.
“PGRI Kabupaten Sambas menyesalkan tindakan oknum guru yang mencederai nama baik profesi dan dunia pendidikan. Ini mencoreng marwah guru, merusak kepercayaan masyarakat, dan melukai psikologis peserta didik,” tegas Aswindirno.
Ia menegaskan, guru seharusnya menjadi teladan, pelindung, dan pembimbing, bukan justru menjadi sumber ketakutan dan trauma bagi anak didik. “PGRI mendorong kasus ini ditangani secara serius oleh pihak terkait,” desaknya.
Aswindirno juga menekankan pentingnya pengawasan, pembinaan etik, dan pemanfaatan teknologi secara sehat oleh tenaga pendidik. Agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
“Kami mendorong semua pihak, termasuk satuan pendidikan dan instansi terkait memperketat pengawasan, dan memperkuat pendidikan karakter. Agar guru tidak hanya pintar mengajar, tetapi kuat menjaga adab dan akhlak,” pungkasnya.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















