Sambas Times. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) mengubah Limbah Sabut Kelapa di Desa Sarang Burung Kolam, Kecamatan Jawai menjadi Cocopeat.
Ketua Tim PKM Poltesa, Wilis Widi Wilujeng menjelaskan, pengolahan limbah sabut kelapa menjadi cocopeat atau media tanam organik untuk membantu masyarakat meningkatkan produktivitas pertanian.
Pada kegiatan itu, Tim PKM Poltesa melaksanakan program pengabdian dengan tema “Peningkatan Produktivitas Petani dengan Produksi Cocopeat” di Desa Sarang Burung Kolam.
“Program ini untuk memberikan solusi pemanfaatan limbah sabut kelapa, karena selama ini hanya dibuang. Sehingga harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Wilis Widi Wilujeng, Kamis (21/8/2025).
Wilis menyayangkan jika potensi ini belum banyak dimanfaatkan, sehingga menimbulkan masalah lingkungan. Padahal, sabut kelapa dapat diolah menjadi cocopeat.
“Cocopeat atau media tanam organik sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah, efisiensi penggunaan pupuk. Serta mendukung pertanian berkelanjutan,” ujar Ketua Tim PKM Poltesa.
Melalui kegiatan ini, jelasnya, masyarakat diberikan pelatihan mulai dari cara mengolah sabut kelapa menjadi cocopeat, teknik pengemasan. Hingga pemanfaatannya untuk mendukung produktivitas pertanian.
“Dengan adanya inovasi ini, diharapkan petani Desa Sarang Burung Kolam dapat memperoleh media tanam yang ramah lingkungan. Serta mengembangkan usaha baru berbasis pengolahan limbah pertanian,” ungkapnya.
Dengan dukungan masyarakat dan pendampingan berkelanjutan, kegiatan ini diharapkan mampu mengurangi permasalahan limbah sabut kelapa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News
















