Sambas Times. Sebanyak 770 Mahasiswa Baru (MABA) Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) tahun akademik 2025/2026 mendeklarasi menolak segala bentuk kekerasan di lingkungan kampus.
Deklarasi dilaksanakan Poltesa kepada MABA pada Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Aula Gedung Kuliah Terpadu 1 Poltesa, Rabu, (20/8/2025).
Andri Hidayat Salah satu Satgas PPKPT Poltesa mengatakan, deklarasi menolak kekerasan merupakan wujud komitmen Poltesa menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan.
“Deklarasi ini menekankan pentingnya peran aktif seluruh sivitas akademika, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga staf, untuk bersama-sama menjaga dan menumbuhkan budaya saling menghargai,” katanya.
Selain deklarasi, jelasnya, mahasiswa baru juga menerima materi pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan Perguruan Tinggi berdasarkan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024.
Ia menegaskan, sesi ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam mengenai berbagai jenis kekerasan, termasuk kekerasan seksual, serta mekanisme pelaporan dan penanganan yang tersedia.
“Materi ini merupakan fondasi penting bagi MABA mengenali dan mencegah kekerasan di Kampus, karena Poltesa tidak hanya menolak kekerasan secara lisan, tetapi juga memiliki kesadaran dan keberanian bertindak nyata,” ujarnya.
Anisah, peserta PKKMB mengaku mendapatkan pencerahan setelah menyimak materi dari Satgas PPKPT, sehingga ia mengetahui bagaimana cara mencegah, serta mengadu jika terjadi kekerasan di Kampus Poltesa.
PKKMB Poltesa menunjukkan keseriusan institusi dalam membangun karakter mahasiswa, tidak saja unggul secara akademik, tetapi memiliki integritas moral dan kepedulian sosial yang tinggi.
Dengan adanya deklarasi dan pembekalan ini, Poltesa optimis dapat mewujudkan lingkungan kampus yang ramah, aman, dan inklusif bagi semua.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















