Sambas Times. Hadirnya teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi tantangan bagi guru, khususnya SMK Subur Insani Sambas, sehingga inovasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para guru.
Kepala Sekolah SMK Subur Insani, Erwan Setiawan menjelaskan, platform seperti ChatGPT, Google Bard dan lainnya dalam memudahkan akses informasi, sehingga tenaga pendidik perlu meningkatkan kapasitasnya.
“Platform ini merupakan pekerjaan rumah terkait bagaimana memastikan pembelajaran tetap bermakna, meskipun tak lagi berperan layaknya sumber informasi tunggal,” katanya.
Menurutnya, interaksi global, evolusi mengajar dari semula ‘hanya’ penyaji fakta, keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, kreativitas, dan kedekatan emosional diluar kemampuan mesin, mutlak diperlukan.
“Sebagai garda terdepan pencerdasan anak bangsa merupakan tanggung jawab kita. seperti men-upgrade skill mengajar dengan beradaptasi menyesuaikan perkembangan zaman, “ujarnya.
Selain itu, jelas Kepala Sekolah, In House Traning merupakan realisasi komitmen nyata sekolah memberikan bekal terbaik bagi pendidik. Kegiatan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, Senin-Rabu, 1-3 September 2025
“Pelatihan ini diselenggarakan secara internal di aula sekolah, mendatangkan narasumber kompeten. Tujuannya menjawab kebutuhan guru dan siswa di SMK Subur Insani Sambas,” tegasnya.
Dalam pelatihan itu, ungkapnya, terjadi komunikasi intensif antara fasilitator dan peserta, kemudian disesuaikan dengan kurikulum dan karakteristik siswa SMK.
15 Guru Ikuti Pelatihan
Sekitar 15 Guru mengikuti pelatihan, tidak sekedar menyerap teori pedagogi. Namun diajak mempraktikkan cara mengajar, simulasi pengajaran, diskusi kelompok, studi kasus, dan memanfaatkan piranti digital.
“Pelatihan ini agar guru bisa lebih praktis menerapkan apa yang mereka peroleh saat kembali di ruang kelas. In House Training diharapkan mampu memperkuat sinergitas sesama pengajar,” harapnya.
Ia juga berharap, semangat kebersamaan dan saling mendukung dapat terjalin selama pelatihan, khususnya civitas SMK Subur Insani.
“Semoga guru semangat dalam menjalankan visinya mencetak lulusan kompetitif, serta berkontribusi menekan angka pengangguran akibat bertumbuhnya AI,” tegasnya.
Penulis : Jaynudin | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















