Home / Pemerintahan

Selasa, 9 Desember 2025 - 12:53 WIB

Wabup Hero Buka Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Renkon Banjir 2026-2028

Wakil Bupati Sambas Heroaldi menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Sambas dalam penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Banjir di Aula Bapperida Kabupaten Sambas, Selasa (9/12/2025).

Wakil Bupati Sambas Heroaldi menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Sambas dalam penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Banjir di Aula Bapperida Kabupaten Sambas, Selasa (9/12/2025).

Sambas Times. Wakil Bupati Sambas Heroaldi membuka Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Banjir Kabupaten Sambas tahun 2026-2028 di Aula Bapperida Kabupaten Sambas, Selasa (9/12/2025).

Konsultasi Publik berbasis Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) yang dihadiri instansi dan lembaga terkait yang berkompeten dalam rencana kontingensi banjir. Terutama antisipasi menghadapi bencana.

Wakil Bupati Sambas Heroaldi memberikan apresiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas. Serta semua pihak yang terlibat dalam penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Banjir.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung penuh dalam penyusunan dokumen ini. Terutama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan World Food Programme (WFP),” kata Wakil Bupati Sambas.

Hero sapaan akrab Wakil Bupati Sambas menyambut baik penyusunan Dokumen Renkon Banjir berbasis AMPB. Karena menekankan setiap peringatan dini yang diikuti dengan tindakan, bukan informasi yang lewat begitu saja.

BACA JUGA:  Waspada, Nomor Handphone Sekda Sambas Kena Hacker

“Dengan pendekatan AMPD, maka daerah kita akan lebih cepat merespon potensi banjir. Lebih siap mengerahkan sumber daya dan lebih mampu mengurangi resiko terhadap masyarakat,” tegas Wakil Bupati Sambas.

Alwindo Sampaikan Tujuan Konsultasi Publik

Plt Kepala BPBD Kabupaten Sambas Alwindo dalam sambutannya menyampaikan laporan serta tujuan penyusunan Dokumen Renkon Banjir. Yang didukung WFP, dalam rancangan akhir penyusunan dokumen.

“Konsultasi Publik ini untuk memperoleh masukan secara terbuka dari seluruh pemangku kepentingan terhadap draff Dokumen Renkon Banjir Kabupaten Sambas berbasis AMPD,” jelasnya.

Alwindo menegaskan, tujuan dari konsultasi publik ini untuk menghimpun saran terkait analisis resiko, skenario kejadian, struktur komando, SOP AMPD dan kebutuhan sumber daya,

BACA JUGA:  Prajurit Yonif 645/Gty Tingkatkan Kemampuan Pleton Peringati Hari Juang

Selain itu, untuk memperkuat koordinasi lintas sektor pada setiap tingkatan peringatan dini, (Waspada-Siaga-Awas). Serta mendapat kesepahaman bersama sebelum dokumen difinalisasi dan ditetapkan secara resmi oleh bupati.

Selain Wakil Bupati Sambas dan Plt Kepala BPBD Kabupaten Sambas, sambutan juga disampaikan Direktur Kesiapsiagaan BNPP melalui Zoom Metting yang disampaikan Linda Lestari, serta Rio perwakilan WFP.

Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi diakhir dengan penandatangan Lembar Komitmen penyusunan Dokumen Renkon Banjir di Aula Badan Perencanaan Bangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Sambas.

Penulis: Muhammad Ridho I Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Bupati Sambas Satono

Pemerintahan

Normalisasi Parit, Bupati Satono Harap Pemangkat Asri dan Indah
Wakil Ketua DPRD Sambas Ferdinan Syolihin

Pemerintahan

Ferdinan Harap Kartu Tani Mudahkan Petani Dapatkan Pupuk
Pemerintah desa Tri Mandayan bersama pemateri dan peserta mengabadikan momen foto bersama

Pemerintahan

Pemdes Tri Mandayan Gelar Pelatihan Penyuluhan Pemuda
Ketua Komisi IV DPRD Sambas Anwari bertukar Cendramata pada Kunker ke Balai Bahasa Kalbar

Pemerintahan

Komisi IV DPRD Sambas Kunker ke Balai Bahasa Kalbar
Pantai Tanjung Api

Pemerintahan

Ramzi Salut Kemajuan Objek Wisata Pantai Tanjung Api
DPRD Kabupaten Sambas

Pemerintahan

DPRD Tetapkan Tiga Raperda Kabupaten Sambas Menjadi Perda
Mendag RI Zulkifli Hasan memberikan motivasi

Pemerintahan

Zulhas Motivasi Pemda Sambas Maksimalkan Potensi Daerah
Dinas Perhubungan

Pemerintahan

5 Taruna PTDI-STTD Asal Sambas Dilantik di Cibitung-Bekasi
error: Content is protected !!