Home / Peristiwa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:47 WIB

‎Karhutla dan Ancaman Terhadap Hak Belajar Anak

Dr. Bayu, M.Pd. ‎Bidang Keahlian Manajemen dan Kebijakan Pendidikan

Dr. Bayu, M.Pd. ‎Bidang Keahlian Manajemen dan Kebijakan Pendidikan

Sambas Times. ‎Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di Pulau Kalimantan dan Sumatra, bukan hanya persoalan lingkungan dan kesehatan. Kondisi kabut asap yang semakin mengkhawatirkan juga telah memberikan dampak serius terhadap keberlangsungan pendidikan dan proses pembelajaran anak-anak.

‎Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah satuan pendidikan terpaksa menyesuaikan kegiatan belajar, mulai dari pembatasan aktivitas di luar ruangan, penggunaan masker, hingga pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Data Kemendikdasmen menunjukkan ribuan satuan pendidikan dan ratusan ribu murid telah terdampak kebijakan pembelajaran akibat situasi Karhutla. (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)

‎Kondisi ini menjadi pengingat bahwa Karhutla dapat mengganggu hak anak untuk memperoleh pendidikan secara optimal. Ketika sekolah harus ditutup atau pembelajaran dialihkan ke rumah, tidak semua peserta didik memiliki fasilitas dan akses yang sama. Keterbatasan jaringan internet, perangkat pembelajaran, pendampingan orang tua, serta kondisi lingkungan rumah menjadi tantangan tersendiri.

‎Lebih dari itu, kabut asap juga berdampak terhadap kesehatan dan konsentrasi peserta didik. Anak-anak tidak dapat belajar secara maksimal ketika harus menghadapi gangguan pernapasan, mata perih, batuk, dan kondisi udara yang tidak sehat. Dalam situasi seperti ini, keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas utama.

‎Pendidikan memang harus tetap berjalan, tetapi tidak boleh dipaksakan dengan mengorbankan kesehatan warga sekolah. Karena itu, diperlukan kebijakan pembelajaran yang adaptif dan fleksibel sesuai kondisi kualitas udara di masing-masing daerah. Sekolah, pemerintah daerah, orang tua, dan masyarakat harus membangun kerja sama agar hak belajar anak tetap terpenuhi tanpa mengabaikan keselamatan mereka.

‎Kemendikdasmen sendiri menegaskan tiga prinsip penting dalam menghadapi dampak Karhutla, yaitu keselamatan warga sekolah sebagai prioritas, hak belajar murid tidak boleh berhenti, serta pemulihan pendidikan harus direncanakan sejak awal. Pemerintah juga menyiapkan protokol pembelajaran darurat, bantuan kesehatan, dan berbagai bentuk dukungan bagi satuan pendidikan terdampak. (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)

‎Pada akhirnya, Karhutla harus kita pahami bukan sekadar bencana musiman. Setiap asap yang menutup langit juga berpotensi mengganggu ruang belajar anak-anak dan masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, penanganan Karhutla harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan, karena menjaga lingkungan sesungguhnya juga berarti menjaga kesehatan, pendidikan, dan masa depan anak-anak Indonesia.

‎Pendidikan tidak boleh berhenti karena bencana, tetapi lebih penting lagi, jangan sampai anak-anak harus menjadi korban dari bencana yang sebenarnya dapat dicegah bersama.

BACA JUGA:  BMKG Kalbar Keluarkan Peringatan Waspada Banjir, Sambas Diantaranya

Penulis: Dosen Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS)| Dapatkan Update News Sambas Times

Share :

Baca Juga

Kepala BPBD Kabupaten Sambas Marjuni

Peristiwa

Tingginya Curah Hujan, Pemda Sambas Antisipasi Bencana Banjir
Suasana Pantai Tanah Hitam, Kecamatan Paloh, Selasa (25/4/2023).

Peristiwa

Pantai Tanah Hitam jadi Objek Wisata Keluarga
Gerakan Rakyat Serentak

Peristiwa

Aliansi GERTAK Sampaikan Aspirasi ke DPRD Solusi Naiknya Harga BBM Bersubsidi
Warga melihat kecelakan lalu lintas yang menyebabkan seorang pelajar di Kecamatan Tebas

Peristiwa

Kecelakaan Motor vs Dump Truck, Seorang Pelajar di Tebas Tewas
serpihan Pesawat

Peristiwa

Benda Diduga Serpihan Pesawat Ditemukan di Pantai Selimpai, Sambas
Aliansi Supir Kabupaten Sambas bersama Instansi terkait pada hearing di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Sambas

Peristiwa

Aliansi Supir Pertanyakan Pertamina Kebijakan Distribusi BBM Bersubsidi
DPRD Sambas Mardani

Peristiwa

Mardani Minta PT. LAIK Bangun Jembatan Tempapan Gunakan CSR
Satu buah Granat yang ditemukan Komunitas Pusaka Saprah menggunakan peralatan Magnet Fishing

Peristiwa

Komunitas Saprah Temukan Granat Dibawah Jembatan Sebatok
error: Content is protected !!