Sambas Times. Komisi IV DPRD Kalbar melakukan monitoring kesiapan stok Gas dan BBM menjelang Bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri 1444 Hijariah bersama Pertamina, Sabtu (18/3/2023).
“Alhamdulillah ada tambahan 4 persen Gas dan BBM untuk Kalbar menjelang Ramadan dan Idul Fitri, termasuk Kabupaten Sambas,”. Kata Ketua Komisi IV DPRD Kalbar H Subhan Nur, Minggu (19/3/2023).
Dalam monitoring tersebut, Sales Branch Manager (SBM) Rayon II PT. Pertamina Retail Kalbar Farel menyampaikan faktor banjir kemarin banyak kendala dalam penyaluran Gas, karena banyak rumah penyalur terendam banjir.
“Ini ke depan harus diantisipasi pemerintah daerah. Sehingga banjir tidak ada kendala dalam penyaluran gas, sehingga tidak terjadi kelangkaan gas di wilayah banjir,” pesan Subhan.
Ia menjelaskan, saat ini yang menjadi kendala Hiswana Migas sebagai regulator khusus untuk nelayan, dan BBM subsidi banyak keluhan nelayan. Sehingga harus ada rekomendasi dari Hiswana Migas kepada BPH Migas.
“Jadi kita minta Dinas Kelautan melakukan koordinasi kecukupan jatah-jatah BBM, dan Pertamina siap menyalurkan berdasarkan rekomendasi Hiswana Migas bekerjasama dengan BPH Migas, karena Pertamina saat ini hanya sebagai operator,” jelasnya.
Subhan juga meminta Gubernur dan Bupati untuk mengontrol pasar jangan sampai menjelang Ramadan dan Idul Fitri terjadi inflasi yang tinggi, khusunya Sembako.
“Jadi perlu cari inovasi dengan mendatangkan Sembako dari Malaysia jika di Pulau Jawa terlalu tinggi. Contoh saat Covid-19 kita bisa datangkan oksigen dari Malaysia, dan inilah fungsinya kita berada di wilayah perbatasan,” sarannya.
Dari hasil monitoring ini, Komisi IV meminta pihak Pertamina memastikan tidak ada kenaikan Gas di lapangan, baik dari distributor dan penyalur, termasuk Gubernur dan Bupati harus melakukan monitoring Sembako jelang Ramadan dan Idul Fitri. (edo)
Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News














