Home / Pemerintahan

Minggu, 15 Juni 2025 - 12:07 WIB

ADAKSI Harap Pencairan TUKIN Dosen ASN Transparan dan Berintegritas

Pengurus ADAKSI mengabadikan momen foto bersama usai Musyawarah Nasional (Munas) ke-1 ADAKSI di Jakarta.

Pengurus ADAKSI mengabadikan momen foto bersama usai Musyawarah Nasional (Munas) ke-1 ADAKSI di Jakarta.

Sambas Times. Aliansi Dosen ASN Kemdikti Sainstek Seluruh Indonesia (ADAKSI) meminta pencairan Tunjangan Kinerja (TUKIN) bagi dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) dilakukan secara transparan dan berintegritas.

Wakil Ketua Umum ADAKSI, Eliyah Acantha Sampetoding menjelaskan, integritas merupakan elemen krusial dalam memastikan transparansi birokrasi.

“Kami menekankan bahwa integritas adalah fondasi utama dalam proses penyaluran TUKIN. Tanpa integritas, transparansi hanya menjadi jargon,” ujar Eliyah menjelaskan.

ADAKSI mengingatkan penilaian kinerja dan prestasi dosen ASN secara objektif dan mengacu pada aturan resmi. “Penilaian TUKIN harus berlandaskan petunjuk teknis yang ditetapkan Sekjen Kemdikti Saintek,” katanya.

Ia mengatakan, ketentuan pencairan TUKIN dosen ASN didasarkan komposisi 60 persen dari kinerja 40 persen dari prestasi. Porsi penilaian ini harus dilakukan secara adil dan tidak memberatkan dosen yang memenuhi kriteria.

“Prestasi harus diukur secara objektif. Tidak boleh ada subjektivitas atau praktik yang mempersulit dosen ASN untuk mendapatkan haknya,” tegasnya.

Lebih lanjut, ADAKSI mendorong keterlibatan organisasi independen dosen ASN dalam pengawasan proses pencairan. Tujuannya untuk mencegah diskriminasi penilaian dan memastikan semua dosen ASN mendapatkan hak semestinya.

“Organisasi Dosen ASN merujuk pada ADAKSI, yang memiliki peran penting menjembatani komunikasi, melakukan pemantauan, dan mendorong akuntabilitas,” ungkapnya.

ADAKSI Soroti Pentingnya Evaluasi PTN

ADAKSI menyoroti pentingnya evaluasi terhadap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang telah memberikan remunerasi atau insentif bulanan jauh di bawah standar nilai TUKIN.

“Sesuai aturan TUKIN saat ini hanya diberikan kepada dosen ASN di PTN Satker dan BLU Non-Remun.” Ungkap Eliyah juga berasal dari PTN-BH Universitas Hasanuddin

Setelah pencairan, jelasnya, ADAKSI menyarankan agar Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian dan Kejaksaan segera turun memeriksa kondisi di PTN BH dan PTN BLU sudah Remun.

Ia mengatakan, banyak PTN memberikan remunerasi (remun) atau insentif bulanan dibawah nominal tukin bagi para dosen nya. “Jangan sampai ada ketimpangan besar dalam penghargaan terhadap kinerja dosen ASN.” tuturnya

ADAKSI menyatakan akan terus mengawal isu TUKIN ini sebagai bagian dari perjuangan memperjuangkan kesejahteraan dan martabat profesi dosen ASN di Indonesia.

“Ini termasuk hak TUKIN sejak 2020 (rapelan) dan mengkaji hak kenaikan tunjangan fungsional (jabfung) yang sudah 18 tahun tidak pernah naik,” tutupnya

Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

PPK Selakau Timur

Pemerintahan

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP PPK Selakau Timur Sukses
Apel Gabungan Idul Fitri

Pemerintahan

Apel Gabungan Idul Fitri, Bupati Tekankan ASN Sambas Disiplin
Yakob Pujana Anggota DPRD

Pemerintahan

DPRD Apresiasi Pemda Sambas Buka Formasi CPNS dan P3K
Sosialisasi Legalitas Usaha dan Akses Pembiayaan Usaha Mikro yang digelar Diskumindag di Kecamatan Sambas

Pemerintahan

Diskumindag Sosialisasi Legalitas Usaha dan Akses Pembiayaan Usaha Mikro
Kepala Desa Jawai Laut, Kecamatan Jawai Sudarni menerima tropi dan penghargaan dari Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Republik Indonesia. Selasa, (15/8/2023) kemaren.

Pemerintahan

Desa Jawai Laut Juara II Lomba Desa Tingkat Nasional
Erwin Johana Anggota DPRD Sambas

Pemerintahan

Erwin Johana Dukung Nelayan Sampaikan Aspirasi ke DPRD
DPRD Sambas

Pemerintahan

Banmus DPRD Sambas Kunker ke DPRD Kalbar
Wakil Ketua DPRD Sambas Ferdinan Syolihin pada kegiatan pelayanan kesehatan gratis di Kecamatan Sebawi

Kesehatan

Ferdinan Dukung Pelayanan Kesehatan Gratis di Sebawi
error: Content is protected !!