Sambas Times. Anggota DPRD Kalimantan Barat H Subhan Nur menyoroti keruhnya air sungai Sambas yang mendapat keluhan dari masyarakat, baik aliran Sungai Sambas Besar dan Sungai Sambas Kecil.
H Subhan Nur menegaskan, keruhnya air sungai Sambas sangat berdampak besar pada lingkungan. Karena air sungai ini merupakan kebutuhan utama masyarakat, terutama mereka yang bermukim ditelan sungai Sambas.
“Keruhnya air sungai memberikan dampak buruk bagi lingkungan, karena sangat ramai masyarakat kita bermukim ditepian sungai Sambas. Serta menjadikan air sungai sebagai kebutuhan,” kata H Subhan Nur. Minggu (13/7/2025).
Anggota Komisi II DPRD Kalbar dari Fraksi Nasdem ini juga melihat keluhan masyarakat yang disampaikan melalui Media Sosial (Medsos). Keruhnya sungai akibat aktivitas perkebunan dan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
“Ini harus disikapi pemerintah kabupaten Sambas dan aparat hukum, sebab keruhnya sungai Sambas menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga perlu menjadi perhatian,” tegas H Subhan Nur.
Subhan mengulas kembali peran penting air sungai Sambas bagi masyarakat. Karena dulu bisa di konsumsi untuk air minum, mencuci beras dan kebutuhan lainnya, selain itu, warnanya jernih dan enak di pandang mata.
“Dulu air sungainya bersih dan jernih, kalau sekarang dapat dilihat air sungai seperti kopi susu, sangat keruh. Sangat jelas kondisinya, diharapkan permasalahan lingkungan ini bisa segara diatasi,” desaknya.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News
















