Sambas Times – Pemprov Kalimantan Barat beserta segenap stakeholder perlu membuat inovasi untuk menciptakan daya tarik bagi para calon investor.
Demikian benang merah dari Diskusi Publik yang diselenggarakan Kampung Borneo Multimedia (KBM), Minggu (28/12/2025) malam. Dua orang menjadi narasumber yang dipandu moderator Muhammad Chandra. Mereka adalah, Syarif Amin Muhammad Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalbar dan Praktisi Ekonomi Muhammad Fahmi.
Muhammad Fahmi menjelaskann agar Kalbar menjadi ‘gula’ bagi para investor, maka pembangunan perlu tepat sasaran. Seluruh pihak harus berupaya menciptakan daya tarik bagi Kalimantan Barat. “Daya tarik tersebut ibarrat gula yang akan mengundang semut-semut,” kata Fahmi.
Fahmi mengemukakan hal itu usai dirinya menjadi narasumber Diskusi Publik Refleksi Akhir Tahun 2025 bertajuk “Memotret Ekonomi dan Kondisi Infrastruktur Kalbar” yang digelar KBM di Kafe Klaani, Jalan Sumbawa.
“Kita harus ciptakan Kalbar ini sebagai ‘gula’. Di mana pun posisinya, buatlah agar semuanya datang. Kita harus menarik agar investor mau masuk,” jelasnya.
Fahmi mengatakan daya tarik investasi tidak selalu harus berupa infrastruktur yang mewah dan mahal. Hal yang paling utama adalah ketepatan guna dan sasaran dari pembangunan tersebut.
“Tidak mesti infrastruktur yang serba mewah, tapi harus tepat guna dan tepat sasaran. Dengan treatment dan stimulan pembangunan yang tepat, secara otomatis orang akan melihat Kalbar sebagai tujuan investasi yang potensial,” pungkasnya.
Menurutnya, pembangunan yang berhasil harus memiliki pembagian peran yang jelas atau role model yang terstruktur.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Amin Muhammad, memberikan apresiasi diselenggarakannya diskusi Refleksi Akhir Tahun 2025.
Syarif Amin yang hadir sebagai pembicara menekankan pentingnya forum diskusi semacam ini sebagai wadah untuk menggali informasi dan masukan segar dari masyarakat demi kemajuan Kalimantan Barat ke depan.
Syarif Amin mengaku sangat bersyukur bisa hadir dan mendengar langsung berbagai pandangan, termasuk kritik yang muncul dalam diskusi. Menurutnya, dinamika dalam diskusi adalah hal wajar demi mendapatkan data yang akurat di lapangan.
“Saya sangat mengapresiasi ide dari panitia KBM untuk merefleksi kegiatan tahunan ini. Meskipun diskusinya ada yang cukup tajam, itu biasa. Kita memang ingin mendapatkan informasi dan masukan-masukan,” ungkap Syarif Amin usai kegiatan.
Ia menambahkan, melalui forum ini, muncul berbagai gagasan baru yang selama ini mungkin belum terserap secara maksimal oleh legislatif, salah satunya mengenai wacana pengembangan kawasan ekonomi khusus.
“Kalau tidak ada kegiatan seperti ini, kita tidak tahu. Misalnya tadi ada wacana untuk arah ekonomi, ekonomi khusus, atau hal-hal baru lainnya yang berkembang di zaman sekarang,” tambahnya.
Rekomendasi
Politisi senior tiga periode di DPRD Kalbar ini berharap hasil dari diskusi Refleksi Akhir Tahun 2025 tersebut tidak berhenti di meja diskusi saja. Ia mendorong agar poin-poin yang dihasilkan dapat disusun menjadi rekomendasi resmi.
“Mudah-mudahan ini menjadi ‘vitamin’ dan rekomendasi yang diperhatikan oleh pemerintah daerah maupun pusat. Saya yakin jika dibuat rekomendasi, pemerintah pusat juga bisa terdorong untuk mengeksekusi usulan politik dari masyarakat dan tokoh-tokoh ini,” tegas Amin.
Sebagai Ketua Komisi III yang membidangi sektor keuangan dan aset, Syarif Amin berkomitmen untuk terus mengawal usulan masyarakat yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan daerah.
“Tujuan akhirnya jelas, bagaimana kita memastikan pendapatan daerah meningkat sehingga pembangunan infrastruktur dan ekonomi bisa dirasakan seluruh masyarakat Kalbar,” tutupnya.
Apresiasi juga dikemukakan Fahmi terkait pemilihan lokasi diskusi di kafe. Ia menyebut fenomena ini sebagai bentuk communication entertainment, di mana ruang publik seperti warung kopi tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga pusat edukasi dan informasi.
“Ini luar biasa. Ketika kafe atau warung kopi digunakan untuk memberikan nilai tambah, informasi, hingga kritikan pembangunan, inilah yang sebetulnya kita inginkan. Jadi bukan sekadar hiburan, tapi ada unsur edukasinya,” ujar Fahmi.
Budaya Diskusi
Dosen Ekonomi Universitas Tanjungpura ini menilai, menghidupkan budaya diskusi di penghujung tahun adalah momen krusial untuk memberikan nilai bagi arah pembangunan di tahun mendatang.
Dalam diskusi publik yang dipandu moderator Muhammad Chandra ini, mendapat antusias peserta yang hadir dari berbagai kalangan. Terlebih ketika sesi taya jawab dimulai. Suasana terasa rileks dengan rangkaian acara selingan antara lain performance musik dari KPJ Kembang Pete dan pembacaan puisi dari sastrawan Kalbar, Pradono.
Founder Kampung Borneo Multimedia (KBM), R. Rido Ibnu Syahrie mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mensupport hingga terlaksananya kegiatan tersebut. “Hasil diskusi publik akan disampaikan melalui rekomendasi tertulis kepada pihak terkait,” ujar Rido.
Ketua Panitia, Uun Yuniardi mengucapkan terimakasih atas pera serta semua pihak. “Semoga kegiatan tersebut dapat bermanfaat da menjadi wahana refleksi bagi perjalanan Kalimata Barat setiap tahunnya,”kata Uun.
Penulis: Kisra Ramadani/PT I Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News














