Sambas Times. Dosen Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) mengikuti Advanced Sustainable Technology International Conference 2024 (ASTECH 2024) dari tanggal 5-6 Agustus 2024.
Konferensi yang diselenggarakan Politeknik Kuching Sarawak berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) Indonesia, SIDMA College Sarawak, dan Technological Association Malaysia.
Konferensi ini mengusung tema “Fostering Research and Innovation for Sustainable TVET Development: Pathways to Resilient Future”.
Forum tersebut dimaksudkan sebagai wadah diskusi para akademisi, peneliti, praktisi, dan pakar pendidikan vokasi, terutama yang berasal dari kawasan BIMP-EAGA.
Direktur Poltesa, Yuliansyah menegaskan, bahwa kampus sangat mendorong dan mendukung para dosen serta mahasiswa untuk melakukan riset.
“Pihak kampus mendukung penelitian oleh dosen dan mahasiswa, karena dari penelitian akan muncul ide, gagasan, serta rekomendasi untuk menyelesaikan persoalan yang ada,” kata Direktur.
Menurutnya, penelitian yang dibicarakan dalam konferensi internasional dapat menghasilkan sesuatu yang besar. “Pastinya diskusi konferensi tersebut menjadi perhatian banyak pihak,” ungkapnya.
Direktur berharap penelitian dosen Poltesa berdampak besar bagi masyarakat, karena dari penelitian yang dilakukan, beberapa diantaranya telah diaplikasikan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
“Beberapa hasil penelitian telah diaplikasikan melalui PKM, seperti mesin pengupas pinang, bibit kopi liberica, olahan buah rambutan, dan penelitian lain yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Direktur juga berharap, aksi nyata dosen Poltesa ini merupakan wujud bakti Poltesa dalam membangun negeri. “Ini merupakan wujud pengabdian Poltesa,” ungkapnya.
Dalam konfeksi International tersebut, ada dua dosen Poltesa yang hadir turut memaparkan hasil penelitiannya di ASTECH 2024, mereka diantaranya :
- Narti Prihartini, S.T., M.T : Gap Analysis to Determine the Scope of IT Development in Local Government.
- Eliza Noviriani,S.E., M.S.A:
Determinants of Financial Stress in Manufacturing During the Covid-19 Pandemic.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News
















