Sambas Times. Pembukaan Gawai Naik Dango ke-XVI dan Festival Budaya Nusantara Kabupaten Sambas berlangsung meriah. Sabtu, (27/5/2023), di Ramin Bantang Dayak, Sungai Rambah, Kecamatan Sambas.
Hadir pada kegiatan itu, Anggota DPR RI Katherina Angela Oeundoen, Anggota DPRD Kalbar Subhan Nur. Ketua DPRD Sambas Abu Bakar, anggota DPRD Sambas. Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalba. Kepala BPP Kabupaten Bengkayang Laurensius.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas Samekto Hadi Suseno. Kadis Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Sambas I Ketut Sukarja, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.
Perayaan Gawai Naik Dango dan Festival Budaya Nusantara dibuka Anggota DPR RI Katherina Angela Oeundoen dengan pemukulan gong sebanyak 7 kali.
Katherina berharap perayaan Gawai Naik Dango menjadi momentum masyarakat Dayak untuk bersyukur sekaligus bersilaturahmi di Ramin Radank.
“Semoga kegiatan positif ini berjalan dengan lancar hingga selesai, kita berharap Gawai ini tetap eksis dan meriah setiap tahunnya,” harapnya.
Gawai Naik Dango Masuk Event Tahunan Kabupaten Sambas
Kadis Parpora Kabupaten Sambas I Ketut Sukarja mewakili Bupati Sambas Satono mengucapkan selamat atas laksanakannya Gawai Naik Dango ke-XVI di Sambas.
“Kami ucapkan selamat dan apresiasi telah laksanakannya perayaan gawai naik dango di Kabupaten Sambas tahun 2023, dan menjadi agenda tahunan,” ucapnya.
Bupati menuturkan, perayaan naik dango tujuan utamanya yaitu bentuk syukur masyarakat dayak, juga merupakan ajang silaturahmi masyarakat dayak Kabupaten Sambas.
“Selain itu, Gawai Naik Dango merupakan kegiatan tahunan yang sudah terjadwal dalam kalender pariwisata Kabupaten Sambas. Tentu ini kita dorong menarik wisatawan berkunjung ke Sambas.” tegasnya.
Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sambas dr Bonifasius Boni mengatakan bahwa masyarakat Dayak Sambas harus bangga dengan jati dirinya.
“Kita harus bangga menjadi orang dayak, lanjutkan budaya kita yang sangat banyak dengan melestarikan dan mengembangkannya seperti jenis seni dan olahraga dayak.” pesannya.
Menghadapi tahun politik, Boni berharap masyarakat Dayak Sambas untuk menjaga pergaulan. “Tidak mencela dan melakukan perbuatan yang memecah persatuan kita semua,” ajaknya. (Ris)














