Sambas Times. Akibat hujan lebat dan meluapnya air sungai, menyebabkan beberapa titik wilayah Kabupaten Sambas terendam banjir dan longsor.
Dari informasi yang didapat, banjir terjadi dibeberapa desa Kecamatan Subah, Kecamatan Sambas dan Longsor dijalan negara Sajingan-Temajuk, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh.
Haris salah satu warga di konfirmasi Sambas Times mengatakan banjir telah terjadi Selasa kemarin, karena hujan, ketinggian air semakin naik merendam pemukiman warga dan jalan raya.
Banjir terjadi di Sabung Trans Tebarau, Sambung Tanjakan, Elok Asam, Mensade, Balai Gemuruh, Sui Kajang dan beberapa ruas jalan raya.
“Banyak wilayah tergenang banjir, termasuk jalan raya setinggi hingga 1 meter. Untuk melintas banjir, kendaraan bermotor dipikul oleh warga dengan biaya Rp. 30 Ribu permotor,” kata Haris menjelaskan.
Sementara Kecamatan Sambas, banjir merendam Desa Lumbang. Yaitu Dusun Nengen dan Dusun Penyengat setinggi lutut orang dewasa, diperkirakan debit air naik saat hujan deras selasa kemarin.
Kepala Desa Lumbang, Mahmud mengatakan hingga siang ini air masih belum surut. Ia menyebut bahwa Rabu malam debit air semakin tinggi yang menggenangi kurang lebih 400 KK.
“Sekitar 400 KK tergenang banjir Desa Lumbang, hingga saat ini debit air masih cukup tinggi, semoga banjir cepat surut.” harapnya.
Mahmud menuturkan faktor terjadinya banjir dikarenakan saluran Sungai Lumbang yang dangkal menuju Sungai Sambas kecil. Ia berharap kepada Pemda Sambas untuk bantuan alat berat guna menormalisasikan sungai.

Sementara Kecamatan Paloh, tepatnya Lokasi Sinjan, Dusun Sungai Tengah, Desa Sebubus terjadi tanah longsor yang menimbun jalan negara Sajingan-Temajuk, sehingga akses jalan tersebut putus total.
“Akses jalan negara Sajingan-Temajuk putus total karena longsor, informasi warga longsor terjadi saat hujan, sekitar pukul 1 malam, pada Rabu, 1 Maret 2023,” ujar Imanuddin salah satu pelintas yang hendak ke Temajuk, dan terpaksa harus putar balik. (edo/Ris)















