Sambas Times. Minimnya pengetahuan terhadap penyakit yang boleh dan tidaknya mendapat vaksinasi, membuat masyarakat merasa khawatir mengikuti vaksin, terutama bagi Lanjut Usia (Lansia).
Untuk menjawab keraguan tersebut, Direktur RSUD Sambas dr Nurhadi Saputra Sp PD FINASIM MH, menjelaskan penyakit yang kebanyakan diderita para Lansia.
“Pada lansia sebenarnya, tidak ada lagi kontra indikasi yang betul-betul tidak boleh untuk dapat di vaksin, karena pada prinsipnya. Jika seseorang alergi terhadap zat vaksinasi baru tidak boleh di vaksin,” jelasnya, Kamis (22/12/2022).
Dokter spesialis penyakit dalam ini mengatakan, pasien lansia bisa divaksin saat kondisinya sudah stabil dan terkontrol.
“Sedangkan pada penyakit darah tinggi, atau kencing manis ataupun penyakit jantung habis operasi, itu masih dapat vaksin selama pasien dalam kondisi stabil dan terkontrol,” ucap dr Nurhadi.
dr Nurhadi menyarankan, untuk para lansia agar menunda vaksin jika tensi darahnya mencapai 180 ke atas.
“Misalnya pada penyakit hipertensi, ketika pasien lansia dengan tensi di atas 180. Lebih baik ditunda dulu vaksinnya sampai kondisi tekanan darahnya stabil,” inbaunya.
Sama halnya dengan penyakit lansia lainnya, seperti kencing manis, ia menyarankan untuk diobati terlebih dahulu sebelum mendapatkan vaksinasi.
“Begitu juga dengan pasien kencing manis, kalau gulanya tinggi lebih baik diobati dulu sampai stabil dibawah 200, dan vaksin setelah kondisinya stabil,” lanjutnya.
Begitu juga dengan pasien penyakit jantung, ia menyarankan untuk menstabilkan kondisinya terlebih dahulu baru boleh vaksin.
Direktur RSUD Sambas ini menghimbau, agar masyarakat untuk tidak takut vaksin. Dan turut bersama-sama mensukseskan program pemerintah untuk meningkatkan herd immunity.
“Kepada masyarakat kabupaten Sambas, mari kita sukseskan vaksinasi, terutama Booster 1 dan 2, supaya pandemi Covid-19 cepat selesai,” Imbaunya. (Dra)
















