Sambas Times. Guru Penggerak merupakan panutan kepemimpinan bagi siswa, serta menjadi penggerak pendidikan bagi komunitas guru dalam proses belajar mengajar.
Hal tersebut disampaikan Asisten III Setda Sambas, Alkaf, mewakili Bupati Sambas Satono pada Lokakarya 7 Pendidikan Guru Penggerak (PGP) angkatan 5. Kamis, (22/12/2022).
Lokakarya yang mengangkat tema “Festival Panen Hasil Belajar” dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sambas tahun 2022, yang menghadirkan Calon Guru Penggerak (CGP).
Asisten Administrasi Umum Setda Sambas meminta Calon Guru Penggerak untuk menggerakkan komunitas pendidikan di wilayah perbatasan.
“Guru penggerak merupakan panutan kepemimpinan bagi siswa. Menggerakkan komunitas pendidikan bagi guru yang berasal atau penugasan di luar sambas atau berasal dari luar perlu menjadi perhatian kita bersama,” ucapnya.
Ia mengatakan, bahwa sambas berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Dan menjadi potret atau perhatian dari negara tetangga terutama di bidang pendidikan.
“Yang menjadi perhatian kita adalah perbedaan, yakni teman-teman yang berasal dari luar daerah Sambas tentunya berbeda karakter. Oleh karenanya bagaimana kita menjadi benteng menjaga budaya,” pesannya.
Alkaf juga menyampaikan, di perbatasan kita melihat perbedaan yang kontras wajah pendidikan, ia berharap CGP mampu mengurangi tingkat putus sekolah.
“Semoga dengan adanya CGP mampu mengurangi tingkat putus sekolah di Sambas, serta mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sambas,” harap Alkaf.
Ia mengatakan, saat ini nilai IPM Kabupaten Sambas pada angka 67,10 di posisi 6, pada tahun 2021 dan di tahun 2022 nilai IPM Sambas menjad 67,95 naik ke posisi 5.
“Prestasi dan capaian pendidikan menjadi salah satu peluang untuk mendongkrak angka IPM Kabupaten Sambas,” pesan Alkaf.
Usai sambutan, Asisten 3 Setda Sambas membuka secara resmi Festival Panen Hasil Belajar. Serta menyerahkan secara simbolis tanda selesai pendidikan kepada 49 Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Sambas. (Ris)















