Sambas Times. Jembatan yang seharusnya berfungsi sebagai sarana pendukung kelancaran lalulintas, Justru tidak dirasakan warga di dusun Semparuk Lorong Desa Semparuk, Kecamatan Semparuk.
Pasalnya, jembatan tersebut menjadi penghambat bagi warga yang menggunakan transportasi air. Apabila air pasang, maka akan menutupi jalur air sehingga ketinggian jembatan hanya 5 cm dari air atau bahkan menutupi semuanya.
Salah satu warga, Reki menyampaikan keluhannya terhadap jembatan yang menyebabkan tidak bisa di lintasi sampan. Sehingga harus di angkat atau di karamkan.
“Apabila air pasang, pengguna jalur air akan kesulitan melintas. Ada yang menunggu hingga air surut, ada juga yang di angkat ke daratan. Bahkan ada juga yang di karamkan,” ucapnya, Kamis (20/07/2023).

Oleh karena itu, warga yang juga menggunakan jalur air ini berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sambas. Agar jembatan tersebut bisa ditinggikan sehingga bisa dilintasi transportasi air.
“Jembatan ini dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019, tujuannya untuk mempermudah arus lalu lintas. Namun Jembatan tersebut justru menjadi keluhan bagi pengguna jalur air karena rendah,” tutupnya. (Dra)
















