Sambas Times. Hasil rekapitulasi data sebaran titik hotspot Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas masih tergolong tidak mengkhawatirkan.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Sambas Marjuni kepada Sambas Times menjelajah kondisi titik api Karhutla di Kabupaten Sambas, Selasa, (15/8/2023) di ruang kerjanya.
“Berdasarkan data yang kami rekap mulai Januari sampai Juli 2023. Ada 15 kecamatan dari 19 kecamatan dan 38 desa yang terdapat titik api,” ujar Marjuni menjelaskan.
Kepala BPBD menyampaika, sedangkan 4 kecamatan yang nol titik api yaitu, Kecamatan Sambas, Kecamatan Sajad, Kecamatan Jawai Selatan, dan Kecamatan Salatiga.
Menurutnya, ada 323 titik api sepanjang Januari sampai Juli 2023 di 15 kecamatan tersebut. “Data ini akan terus kita update dan memohon tembusan himbauan melihat cuaca yang semakin panas ini,” bebernya.
Ia menjelaskan bahwa frekuensi harian hitungan perbulan, titik sebaran api tersebut dihitung berdasarkan titik pemadaman bukan luas kebakaran.
“Misalnya hari ini ada lima titik api yang belum padam. Maka besok masih dihitung lima, oleh karena itu ini perlu kami tegaskan agar tidak ada kesalahpahaman di masyarakat,” tegasnya.
Ia menghimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan, sehingga antisipasi bisa dilakukan. “Perlu peran serta seluruh stakeholder mengatasi Karhutla, dan harus diantisipasi,” imbaunya. (Ris)















