Sambas Times. Keluarga Besar Alumni Ikatan Mahasiswa Teluk Keramat (KBA-IMTEK) mendukung pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Sambas Utara (KSU).
Dukungan pemekaran disampaikan Herwan, Ketua KBA-IMTEK, ia menilai langkah pemekaran dapat mendongkrak kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan negara.
Ia menegaskan, wilayah calon DOB KSU memiliki posisi geostrategis yang sangat vital, karena berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Malaysia.
Menurutnya, status kawasan perbatasan ini menuntut pengelolaan wilayah yang lebih mandiri, responsif, dan terfokus agar tidak tertinggal dari daerah tetangga.
“KSU memiliki letak geografis yang sangat strategis, karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Wilayah perbatasan adalah beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegaanya.
Oleh karenanya, ujar Herwan,
sudah selayaknya mendapat perhatian khusus melalui percepatan DOB, agar roda perekonomian, keamanan, serta pelayanan publik bisa berjalan jauh lebih efektif.
Herwan memaparkan, rentang kendali pemerintahan yang terlalu luas dari ibu kota Kabupaten Sambas, saat ini menjadi salah satu hambatan utama dalam mengoptimalkan pelayanan masyarakat di wilayah utara.
Dengan terbentuknya KSU, maka birokrasi akan menjadi lebih dekat dengan rakyat, sehingga potensi-potensi lokal di sektor pertanian, perikanan, perdagangan lintas batas, hingga pariwisata dapat dikelola secara maksimal.
Herwan menegaskan komitmen KBA-IMTEK untuk terus mengawal proses administratif, maupun politis terkait usulan DOB ini bersama para tokoh masyarakat, pemuda, dan pemangku kepentingan lainnya.
Pihaknya optimistis bahwa pemekaran ini bukan sekadar ambisi kewilayahan, melainkan kebutuhan mendesak demi kedaulatan dan kemakmuran masyarakat di perbatasan.
“KBA-IMTEK siap bersinergi memperjuangkan aspirasi ini sampai tuntas. Kehadiran KSU diyakini memperkuat pertahanan nasional di garis terdepan, serta pertumbuhan ekonomi baru Kalbar,” pungkas Herwan.
Penulis: Muhammad Ridho| Dapatkan Update News Sambas Times















