Sambas Times. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Maroko menerima kunjungan resmi Dosen Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS) pada program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Rabat, Maroko.
Ketibaan Tim PKM Internasional UNISSAS di Kantor KBRI Maroko diterima langsung Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Maroko dan Republik Islam Mauritania, YM Yuyu Sutisna.
Dr Oskar Hutagaluh mewakili Dosen UNISSAS menjelaskan, kunjungan di Kedubes RI Maroko bertujuan memperkuat diplomasi pendidikan, serta membuka ruang kolaborasi akademik sosial antara UNISSAS dengan lembaga dan komunitas Indonesia di Maroko.
Oskar sapaan akrabnya mengapresiasi sambutan KBRI Maroko di Rabat. Ia menjelaskan kehadiran dosen UNISSAS di Maroko tidak saja kegiatan PKM internasional, tetapi memperluas kiprah perguruan tinggi secara global.
“Kami dari UNNISAS bersyukur diterima langsung Duta Besar Indonesia di Maroko. Ini merupakan langkah konkret UNISSAS memperluas jejaring internasional,” kata Oskar Hutagaluh.
Selain itu, tujuan UNNISAS inti memperkenalkan potensi akademik dan sosial dari perbatasan Indonesia kepada dunia. Serta mendukung misi diplomasi pendidikan Indonesia di luar negeri.
Oskar berharap kolaborasi akademik kampus Indonesia dan jejaring diplomatik KBRI memiliki peran strategis memperkuat citra positif bangsa. “Harapan memperkuat citra positif, baik promosi, moderasi beragama dan nilai-nilai perdamaian,” harapnya.
Dubes RI Maroko Sambut Baik Kunjungan UNISSAS
Duta Besar RI di Maroko, Yuyu Sutisna menyambut baik inisiatif UNISSAS mengembangkan kegiatan akademik lintas negara. Ia mengatakan, diplomasi pendidikan merupakan instrumen penting memperkuat hubungan antar bangsa.
Ia juga mengatakan, program UNNISAS dapat memperluas pengaruh positif Indonesia di kancah internasional. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran dosen-dosen UNISSAS di Maroko,” katanya.
Menurut Dubes, langkah ini menunjukkan perguruan tinggi di Indonesia, termasuk di daerah, memiliki semangat global yang luar biasa.
“KBRI Rabat mendukung upaya kolaborasi akademik dan kegiatan yang membawa nama baik Indonesia. Terutama nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, dan semangat kebangsaan di kalangan diaspora,” tegasnya.
Duta Besar mengatakan, peran perguruan tinggi penting dalam membangun jejaring keilmuan, pertukaran pengetahuan. “Ini kegiatan sosial budaya dalam memperkuat hubungan dengan negara-negara di kawasan Afrika Utara serta Eropa Selatan,” pungkasnya.
Selain Dr Oskar, turut hadir dalam kunjungan itu, Dr H Tamrin, Dosen Fakultas Hukum sekaligus Ketua Senat UNISSAS, Dr Purniadi Putra, Direktur Sekolah Pascasarjana dan Dr Zikriadi Dosen Fakultas Pendidikan sekaligus Ketua Umum KAUNISSAS.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News
















