Home / Pendidikan

Jumat, 12 September 2025 - 15:34 WIB

KMKS Apresiasi Inspektorat Sambas Awasi Penggunaan Dana Desa

Dokumentasi foto bersama Mahasiswa Kabupaten Sambas yang tergabung dalam KMKS di Pontianak, Jumat (12/9/2025).

Dokumentasi foto bersama Mahasiswa Kabupaten Sambas yang tergabung dalam KMKS di Pontianak, Jumat (12/9/2025).

Sambas Times. Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS) menyampaikan apresiasi kepada Inspektorat Kabupaten Sambas atas peran aktifnya mengaudit penggunaan dana desa.

Apresiasi ini disampaikan menyusul penetapan P, mantan Kepala Desa Bentunai, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana desa dengan kerugian negara hampir mencapai Rp. 1 miliar.

“Salut kinerja Inspektorat yang telah melakukan audit secara menyeluruh, sehingga berhasil mengungkap penyelewengan dana desa di Bentunai,” ujar Ketua Umum KMKS Azwar Abu Bakar. Jumat (12/9/2025).

Ia mengatakan, dengan terungkapnya penyelewengan dana desa, membuktikan pengawasan internal berjalan dengan baik. Sehingga menjadi benteng awal mencegah tindak pidana korupsi.

Kasus korupsi dana desa di Kabupaten Sambas bukanlah hal baru. Sebelum P, sejumlah mantan kepala desa lainnya juga telah terjerat kasus serupa, seperti Ilham Adham (mantan Kades Kampung Lorong) dan Hemi Susanto (mantan Kades Tebas Kuala).

BACA JUGA:  Prodi MBP Poltesa Gelar Kuliah Umum Pariwisata dan Travel

Hal ini menunjukkan adanya tren penyalahgunaan wewenang yang merugikan masyarakat. Sehingga kinerja ketat Inspektorat harus terus digencarkan dalam audit penggunaan dana desa.

Ditempat yang sama, Azie Mardianto, Wakil Ketua Departemen Aksi dan Advokasi KMKS mendesak Inspektorat Kabupaten Sambas untuk tidak berhenti pada satu kasus saja.

“Inspektur harus tetap eksis, mengingat kerugian negara yang fantastis dan berulang. Kami meminta Inspektorat Kabupaten Sambas untuk segera mengaudit seluruh desa yang ada di Kabupaten Sambas,” pintanya.

BACA JUGA:  Bupati Satono Silaturahmi Bersama Wakil Menteri ATR RI

Ia menegaskan, KMKS sangat yakin Inspektorat data melakukan audit yang lebih masif. Sehingga dapat mengungkap dan menghentikan penyalahgunaan dana desa di Kabupaten Sambas.

Ia juga mengatakan, audit menyeluruh ini sangat penting, sebagai langkah preventif menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana desa, yang merupakan hak dasar masyarakat untuk pembangunan.

“KMKS berharap, dengan adanya tindakan tegas ini, dana desa benar-benar dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan warga. Bukan untuk kepentingan pribadi oknum kepala desa,” tegasnya.

Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Pelatihan Pembelajaran Kurikulum Merdeka SMAN 1 Semparuk

Pendidikan

SMAN 1 Semparuk Gelar Pelatihan Modul Kurikulum Merdeka
Kades Sayang Sedayu menyematkan tanda peserta perwakilan mahasiswa KKL IAIN Pontianak, Jumat (26/7/2024) di Desa Sayang Sedayu.

Pendidikan

KKL IAIN Pontianak di Desa Sayang Sedayu: Siap Berkontribusi untuk Daerah
Taman Rosella SDN 16 Bekut yang menjadi taman baca bagi siswa dan siswi di sekolah

Pendidikan

SDN 16 Bekut Buka Taman Rosella Untuk Taman Baca Siswa Sekolah

Pendidikan

320 Pramuka Ikuti LAGD KSC Ke-II di SMPN 6 Teluk Keramat
Politeknik Negeri Sambas

Pendidikan

Dosen Poltesa Berikan Pelatihan Pembuatan Mie Sagu di Sebangun
Politeknik Negeri Sambas

Pendidikan

Poltesa Luncurkan Program Alsintan Centre
Mahasiswa IAIS Sambas saat melalukan observasi UTS di SDN 16 Saing Rambi, Kecamatan Sambas

Pendidikan

Mahasiswa IAIS Sambas Observasi Pemenuhan UTS ke SD/MI
Politeknik Negeri Sambas

Pendidikan

Poltesa dan UNTAN Sosialisasi Penerima Mahasiswa Baru
error: Content is protected !!