Sambas Times. Launching Penyerapan Beras dan Gabah oleh Kelompok Tani (Poktan) Dare Nandung Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas dalam upaya mendukung program ketahanan pangan.
Sukiman Ketua Poktan Dara Nandung menjelaskan, tahun 2025 ada 5 ribu ton beras yang akan di salurkan. Untuk tahap pertama sudah ada 8 ton beras yang telah disalurkan.
“Tahun 2025 dari target 5 ribu ton beras, pada launching pertama ini, sudah ada 8 ton beras yang kita salurkan ke Perum Bulog,” terangnya.
Untuk mencapai target transfer beras ke Bulog, jelas Sukiman, ia akan melakukan penakaran benih berlabel putih kualitas Inpari 48, seluas 2 hektar dan inpari 32 seluas 5 hektar.
Sukiman berinisiatif benih padi harus bisa swasembada dengan sendiri. “Sesuai arahan bapak Presiden RI, setiap daerah harus suflus dan swasembada pangan,” ujarnya.
Sukiman mengungkapkan, seandainya ada target 3 juta ton di Kalbar, ia siap mendukung Presiden RI menyukseskan program tersebut, asalkan jaringan irigasi dan intergrasi bisa terwujud.
“Tentu kami siap mendukung, jika jaringan irigasi dan intergrasi bisa terwujud. Kami yakin akan bisa mencapai target untuk Kalimantan Barat,” ungkapnya.
Kepala Dinas Tanaman, Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Florentinus Anum menyambut baik launching ini. Pihaknya akan terus berupaya meningkatkan produksi serta bisa swasembada pangan di Kalbar.
Ia menyatakan, Kalbar memiliki target luas tanam padi sekitar 615.000 hektar di 14 Kabupaten/Kota. “Benih adalah jantung pertanian. Makanya benih harus unggul, dan bisa berkembang baik,” kata Florentinus Anum.
Sementara Anjarus Suprapto, Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Kalbar. Memberikan apresiasi Launching Penyerapan Beras dan Gabah dalam mendukung program pemerintah.
Ia berharap agar Poktan Dare Nandung Semparuk semakin terus berkembang. “Kita juga akan kawal benih, alsintan dan lainnya dalam mendukung program bapak presiden,” pungkasnya.
Penulis : Jaynudin | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















