Sambas Times. Lomba Busana daerah anak-anak yang digelar panitia HUT RI ke-80 di Kecamatan Tangaran merupakan upaya mendorong seni dan budaya, serta kearifan lokal.
Sekretaris Camat Tangaran, Endi Kurniawan, mengapresiasi panitia semarak HUT RI ke-80 Kecamatan Tangaran. Menurutnya lomba busana daerah memiliki banyak faedah meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan.
Ia mengapresiasi, lomba peragaan busana daerah khusus anak-anak dengan mengenakan pakaian khas melayu Sambas. Dengan motif tenun songket dan atau cual.
”Perlombaan seperti ini patut diapresiasi, karena memberikan muatan pengetahuan dan rasa kecintaan generasi muda kita terhadap seni budaya kearifan lokal,” ujar Sekcam Tangaran.
Ia menilai, peragaan busana memberikan pengajaran kepada generasi muda, bahwa ini adalah bagian dari budaya daerah. Serta ungkapan rasa bangga kita memiliki busana khas melayu yang perlu kita dilestarikan.
Sekcam berharap, kedepannya banyak hal yang dapat dikenalkan dan diajarkan kepada generasi muda kabupaten Sambas, terutama seni, budaya, sejarah hingga kearifan lokal.
Ia mengatakan, informasi penting yang tidak diajarkan di Sekolah, dapat dikenalkan melalui event perlombaan. Tentunya yang sarat dengan edukasi bagi generasi muda.

”Ya, perlombaan yang digelar harus ada edukasi, seperti cerdas cermat tentang seni, budaya maupun kearifan lokal. Hal tersebut akan berdampak positif pada wawasan generasi muda kita,” sarannya.
Atas nama Pemerintah Kecamatan Tangaran, Endi mengucapkan terima kasih kepada panitia HUT RI ke-80. Karena telah menggagas rangkaian lomba guna melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
”Kemeriahan ini tidak lepas dari peran serta panitia dan masyarakat. Ia berharap perlombaan ini dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan,” harap Sekcam.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















