Sambas Times. Cuaca panas beberapa bulan terakhir menyebabkan lahan pertanian basah Desa Arung Medang, Kecamatan Tangaran menjadi kering, serta stok air bersih semakin menipis.
Kepala Desa Arung Medang Darsono menyampaikan keluhan warga karena lahan pertanian kering dan stok air bersih menipis, sebab hampir satu bulan ini tidak turun hujan.
“Sudah beberapa minggu ini warga mengeluhkan kondisi lahan pertanian kering. Sudah hampir satu bulan tidak hujan, termasuk sulitnya air bersih,” kata Darsono, Sabtu (2/9/2023).
Kades menjelaskan, saat ini beberapa warga sudah mulai kekurangan air bersih, dan hanya mengandalkan sisa air hujan dari tempayan atau penampung air rumahan.
“Karena daerah dekat pantai tidak ada telaga air, sehingga warga mengeluhkan air bersih yang setiap hari semakin menipis.” jelasnya.
Ia menegaskan, ratusan hektar lahan pertanian milik warga pun terancam gagal tanam. Karena lahan kering, dan saat ini sudah mulai memasuki masa tanam.
“Tanah sudah mulai kering, bahkan sudah ada yang retak-retak. Saking panasnya, semoga hujan segera turun, dan ada solusi dari pemerintah daerah,” harapnya.
Penulis : Riskiyansyah | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















