Home / Pendidikan

Rabu, 2 September 2026 - 16:53 WIB

PUPIV Inisiasi Pengembangan Usaha Madu Kelulut di Poltesa

PKM PUPIV Mengembangkan Usaha Madu Kelulut 2026 di Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing.

PKM PUPIV Mengembangkan Usaha Madu Kelulut 2026 di Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing.

Sambas Times. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Penerapan Usaha Produk Inovasi Vokasi (PUPIV) “Pengembangan Sentra Usaha Madu Kelulut 2026”, sebagai upaya mengembangkan potensi madu kelulut Kabupaten Sambas menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing.

Program PUPIV yang dilaksanakan ini diketuai Andiyono S.P., M.P., M.Sc., dengan anggota Mia Audina, M.Si., Oktavia Nurmawaty Sigiro, S.Pd., M.Pd., dan Lang Jagat, S.Si., M.T. Dilaksanakan di Politeknik Negeri Sambas (Poltesa).

Gagasan program ini berawal dari kegiatan Project-Based Learning (PBL) Program Studi Agroindustri Pangan, yang melihat madu kelulut sebagai salah satu komoditas lokal yang berpotensi menjadi produk unggulan Sambas.

BACA JUGA:  SMKN Unggulan Sambas Gelar Perkemahan Maperta Peringati HUT Gudep ke-2

Melalui PUPIV, pengembangan tidak hanya difokuskan pada produksi madu, tetapi mencakup inovasi produk, peningkatan kualitas, pengemasan, branding, pemasaran, dan penguatan usaha masyarakat.

Madu kelulut memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk pendukung pariwisata, khususnya sebagai oleh-oleh atau suvenir khas daerah.

Dengan demikian, program ini diharapkan mampu menghubungkan potensi agroindustri dengan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan pariwisata berbasis lokal.

Ketua tim PUPIV, Andiyono menjelaskan, kegiatan ini bentuk penerapan pendidikan vokasi yang berorientasi pada pengembangan potensi lokal.

BACA JUGA:  Jelang Hari Juang, Kodim 1208 Sambas Gelar Berbagai Aksi Sosial

“Madu kelulut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan Sambas. Melalui program ini, tim ingin mendorong agar potensi tersebut memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi masyarakat,” ujar Andiyono

Melalui kolaborasi pendidikan vokasi, masyarakat dan pelaku usaha, diharapkan PUPIV Pengembangan Sentra Usaha Madu Kelulut 2026, mendorong madu kelulut menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Sambas.

Penulis: Muhammad Ridho| Dapatkan Update News Sambas Times

Share :

Baca Juga

IAIS Sambas

Pendidikan

IAIS Sambas Laksanakan Visitasi, Menuju Status Universitas
Siswa SDS Tarbiyatul Islam sarapan pagi sehat bersama

Pendidikan

Sarapan Pagi Sehat Program Rutin SDS Tarbiyatul Islam
Lomba-lomba yang di gelar SDN 15 Sempalai, Kecamatan Tebas, Selasa (16/8/2022)

Pendidikan

SDN 15 Sempalai Gelar Lomba Semarakkan HUT RI
Politeknik Negeri Sambas

Pendidikan

770 MABA Poltesa Komitmen Ciptakan Lingkungan Kampus Aman
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas Samekto Hadi Suseno

Pendidikan

Festival Literasi Upaya Tumbuhkan Budaya Membaca dan Menulis
Direktur Poltesa Sebut Akreditasi Tanggungjawab Bersama

Pendidikan

Poltesa Gelar Bimtek Akreditasi Prodi MBP dan Prodi AKP
Politeknik Negeri Sambas

Pendidikan

Dosen Poltesa Latih Gapoktan Selakau Sistem Citra Satelit dan SIG
MAN IC menerima sertifikat Evaluasi Kurikulum Asrama dari Tim Evaluasi yang diketuai Muhammad Yudhi Firmansyah,

Pendidikan

Irjen Kemenag RI Evaluasi Kurikulum Asrama MAN IC Sambas
error: Content is protected !!