Sambas Times. Anggota DPRD Kalimantan Barat H Subhan Nur mengatakan, Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Sambas terbilang langka, harga di kios dan Pom Mini melambung tinggi, hingga 15 Ribu Rupiah perliter.
Pernyataan H Subhan bukan tanpa alasan, hinga 3 hari jelang Idul Fitri, masih terdapat antrian BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Sedangkan di POM Mini dan Kios kosong, sehingga dikeluhkan warga.
“Siapa bilang BBM aman, buktinya sekarang masih terjadi antrian di SPBU, bahkan di kios-kios dan POM Mini BBM masih kosong.” Kata H Subhan Nur, Senin (16/3/2026) pada acara buka puasa Partai Nasdem.
Subhan meminta Pemerintah Kabupaten Sambas dan Polres Sambas bisa segera ambil tindakan. Supaya Idul Fitri BBM bisa kembali normal, yakinkan masyarakat BBM aman, tidak ada antrian, masyarakat tidak panik dan POM mini buka.
“Pemerintah Kabupaten Sambas dan Polres Sambas harus segera ambil tindakan, di Kalbar. Hanya Sambas yang terlihat antrian panjang hingga 3 kilo meter, kalau kios dan POM Mini Kosong, artinya BBM langka,” tegasnya.
Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Sambas ini meminta adanya tindakan tegas atasi kisruh BBM. Apakah masyarakat panik, BBM langka, atau apapun sebutannya, perjuangkan Idul Fitri 1447 Hijriah BBM lancar.
“Iya, harus ada tindakan tegas, jangan buat warga semakin panik, kasihan mereka harus antri panjang ditengah BBM yang katanya aman. Makanya saya bilang langka, selain antrian panjang, di POM Mini BBM juga kosong,” pungkasnya.
Penulis: Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















