Sambas Times. Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi berharap dikukuhkannya Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (DPC HARPI) Kabupaten Sambas dapat meningkatkan ekonomi kreatif.
Wabup mengatakan, dari tata rias pengantin dapat mengembangkan ekonomi kreatif, “ini merupakan peluang strategis. Karena Sambas laju pertumbuhan ekonomi naik 5 persen,” kata Wabup Rofi, Selasa (21/2/2023).
Pada tahun 2021, angka pengangguran Kabupaten Sambas berada 3,97 persen, dari HARPI ini Wabup berharap perias Kabupaten Sambas dapat membuka usaha sebagai peluang pekerjaan.
“Saya lihat hari ini banyak anak-anak muda yang turut serta dalam kepengurusan HARPI, harapan saya ini menjadi wadah ini berekspresi, wadah kreatif dan menjadi peluang bisnis,” motivasinya.
Pemerintah Kabupaten Sambas sangat mendukung hadirnya organisasi tata rias. Selain menumbuhkan ekonomi kreatif, juga sebagai pelestari tata rias Pengantin Melayu Sambas.
“Selain menumbuhkan ekonomi kreatif, semoga DPC HARPI Kabupaten Sambas dapat memberikan manfaat bagi khazanah seni dan budaya Melayu Kabupaten Sambas,” harapnya.
DPC HARPI Sambas Harap Dukungan HARPI Kalbar
Ketua DPC HARPI “Melati” Kabupaten Sambas Elisya Septiyayi berharap bimbingan ketua DPD HARPI Kalbar agar perias pengantin yang ada di Kabupaten Sambas dapat mengembangkan potensi rias.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada ketua DPD HARPI Kalbar yang telah banyak memberikan ilmu kepada kami. Tentunya kami masih mengharapkan bimbingan serta tunjuk ajar selama kepengurusan kami berjalan,” ucapnya.
Pengukuhan pengurus DPC HARPI Kabupaten Sambas oleh Ketua DPD HARPI “Melati” Provinsi Kalbar Hj Herawati mengangkat tema, “. Mari lestarikan tata rias Pengantin Tradisional yang kompeten dan berdaya saing”.
Hadir pada kegiatan itu, pemrakarsa DPC HARPI Sambas Drs Ihcsani beserta istri, Ketua DPD HARPI “Melati” Kalbar Hj Herawati. Ketua MABM Kabupaten Sambas Misni Safari, Ketua GOW Kabupaten Sambas, dan undangan lainnya.
Acara dimeriahkan dengan tampilnya tarian melayu Tanda’ Sambas. Peragaan busana pengantin tradisional Melayu Sambas dan penyerahan penghargaan piagam kepada H Ichsani, Hj Sabihati Ihcsani, dan H Subhan Nur. (Ris)














