Home / Pendidikan

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 13:19 WIB

Gelar Aksi di Sambas, KMKS Siap Bergabung Perlawanan Mahasiswa Se Indonesia

Komunitas Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS) di Pontianak siap mengejar aksi di Sambas bergabung perlawanan Mahasiswa Se Indonesia.

Komunitas Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS) di Pontianak siap mengejar aksi di Sambas bergabung perlawanan Mahasiswa Se Indonesia.

Sambas Times. Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS) menyatakan siap bergabung dalam gelombang perlawanan mahasiswa di seluruh Indonesia.

KMKS menyoroti isu nasional terkait tunjangan DPR dan kebijakan perampasan aset, serta mengaitkannya dengan berbagai permasalahan akut di daerah Sambas.

Ketua Umum KMKS, Azwar Abu Bakar menegaskan, “Momentum perlawanan mahasiswa sedang bergema di seluruh Indonesia. Di pusat, rakyat dicekik tunjangan DPR yang berlebihan dan ancaman perampasan aset.

“Alasan kami turun karena di Sambas menghadapi nasib tenaga kerja honorer yang digantung tanpa kepastian, dan APBD yang tak berpihak pada rakyat.” kata Azwar Abu Bakar.

Kepala Bidang Aksi dan Advokasi KMKS, Aguswendri menegaskan, mahasiswa Sambas tidak berdiri sendiri. Kami satu suara dengan mahasiswa berbagai daerah yang juga sedang bergerak.

BACA JUGA:  Perkuat Jagung dan Perikanan Lele-Nila Dukung Ketahanan Pangan

“Iya, kami turut bergerak semasa mahasiswa se Indonesia, dari Jakarta, Kalimantan, hingga ujung timur Indonesia suara perlawanan sama, yaitu hentikan ketidakadilan,” ungkap
Aguswendri.

Ia menegaskan, gelombang aksi mahasiswa terjadi di berbagai kota besar di Indonesia. Tuntutan utama menyoroti tunjangan DPR yang dinilai berlebihan, serta perampasan aset yang rawan disalahgunakan.

“KMKS mengecam sikap represif aparat kepolisian dalam mengawal aksi-aksi protes di sejumlah daerah. Berbagai laporan intimidasi, pembubaran paksa, hingga kekerasan terhadap mahasiswa,” tegasnya.

Ia mengatakan, KMKS menilai seluruh persoalan nasional itu tidak bisa dipisahkan dari kondisi di daerah, karena dampaknya sama-sama dirasakan rakyat kecil, termasuk di Sambas.

BACA JUGA:  Poltesa Gelar Workshop Peningkatan Peran PLP
KMKS Soroti Problem Krusial Kebijakan Pemerintah

KMKS menyoroti beberapa problem krusial, seperti nasib tenaga kerja honorer/PPPK. Ribuan guru di Kalbar, termasuk di Sambas, masih terkatung-katung akibat regulasi baru ASN.

Akibatnya banyak dari mereka terancam kehilangan pekerjaan dan tanpa jaminan masa depan dan APBD yang bermasalah. Banyak alokasi anggaran yang tidak tepat sasaran, program tumpang tindih, dan tidak transparan.

KMKS menegaskan, aksi di Sambas adalah konsekuensi dari akumulasi keresahan publik. Namun, langkah itu akan bergantung pada bagaimana pemerintah pusat maupun daerah merespons tuntutan rakyat.

“Jika suara ini terus diabaikan, maka gejolak di Sambas hanya tinggal menunggu waktu,” pungkasnya.

Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Forum Dosen UNHAS menggelar aksi mempertanyakan Tukin Dosen ASN yang hingga saat ini masih belum ada kejelasan, Selasa (25/2/2025).

Pendidikan

Forum Dosen ASN Tuntut Pencairan Tukin Kemdiktisaintek
MAN IC Sambas

Pendidikan

Kepala MAN IC Sambas Terima Penghargaan Siswa dan Madrasah Berprestasi
Man Ic Sambas

Pendidikan

‎UNISSAS Serahkan Mahasiswa PPL ke MAN IC Sambas‎
MAN IC Sambas

Pendidikan

MAN IC Sambas Bagikan 40 Bingkisan Lebaran di Desa Tempatan
Politeknik Negeri Sambas

Pendidikan

Poltesa Sukses Gelar UTBK Jalur Mandiri 2026
Bayu MPd, Dosen UNISSAS

Pendidikan

80 Tahun Kemerdekaan: Evaluasi Perjalanan Menuju Indonesia Emas 2045
KMKS

Pendidikan

AMKS Gelar Seleksi Penerimaan Warga Baru 2025
Suasana pawai yang digelar TK Pembina Sambas

Pendidikan

TK Pembina Gelar Pawai Merah Putih
error: Content is protected !!