Sambas Times. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas menggelar Simulasi Table Top Exercise (TTX) Uji Rencana Kontingensi Banjir Kabupaten Sambas Tahun 2026-2028.
Uji Rencana Kontingensi pertama kali di Kalimantan Barat ini dilaksanakan berbasis Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) dilaksanakan di Aula salah satu hotel di Sambas, Selasa (16/12/2025).
Dian Yulianto Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan mewakili Plt Kepala BPBD Kabupaten Sambas menjelaskan. Simulasi TTX merupakan latihan pengambilan keputusan dan koordinasi lintas sektor.
“Tujuan simulasi TTX untuk memastikan komando berjalan jelas, ambang batas dipahami bersama, dan aksi merespon dapat dilakukan tepat waktu.” Ujar Dian Yulianto menjelaskan.
Dian Yulianto menjelaskan, uji rencana kontingensi banjir melalui simulasi TTX. Merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
“Ini menjadi kebanggaan bagi kabupaten Sambas, sekaligus wujud komitmen daerah dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih siap, terukur, berbasis AMPD,” tegasnya.
Ia mengingatkan, setiap unsur wajib memahami peran dan tanggungjawabnya sesuai rencana kontingensi. Ambang batas bencana harus dimaknai sebagai titik mulai bertindak, bukan sekadar angka teknis.
“Melalui pendekatan AMPD, aksi merespon peringatan dini. Setiap peringatan dini harus langsung diikuti tindakan nyata yang cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat,” tegasnya.
Dian Yulianto mengapresiasi World Food Programme (WFP), BNPB, serta BPBD Provinsi Kalbar, atas dukungan, pendampingan, dan sinergi yang telah diberikan, “Kolaborasi menjadi kekuatan penting memperkuat kesiapsiagaan, “imbaunya.
Simulasi Uji Kejelasan Komando Tangani Bencana
Panitia pelaksana, Nanang Mardianto menjelaskan. Uji Rencana Kontingensi Banjir Kabupaten Sambas berbasis AMPD dilaksanakan untuk menguji kejelasan komando dan penanganan bencana.
Nanang menegaskan, simulasi dilaksanakan sebagai tindak lanjut dokumen Rencana Kontingensi Banjir Kabupaten Sambas. Serta memperkuat kesiapsiagaan daerah melalui pendekatan AMPD.
Ia menjelaskan, tujuan TTX untuk menguji kejelasan komando dan koordinasi penanganan darurat banjir. Pemahaman ambang batas bencana sebagai dasar pengambilan keputusan.
“TTX ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Kalbar. Sehingga menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem kesiapsiagaan bencana berbasis peringatan dini,” tegasnya.
Dalam kegiatan uji Rencana Kontingensi Banjir Kabupaten Sambas Tahun, sambutan disampaikan Rio. Dari World Food Programme (WFP). Paparan teknis simulasi disampaikan Amirudin, dan Judan, BPBD Kalbar.
Penulis: Muhammad Ridho I Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News














