Sambas Times. Wakil Bupati Sambas Heroaldi Djuhardi Alwi membuka Forum Group Discussion (FGD) Optimalisasi Peran Kelompok Masyarakat Dalam Mendukung Penerapan Hukum, Pencegahan Serta Perlindungan PMI di Kabupaten Sambas.
FGD yang digelar Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Sambas dihadiri Dinas Tenaga Kerja, Serikat Buruh, Pemerintah Desa di Aula salah satu hotel di Kabupaten Sambas, Kamis (21/5/2026).
Wakil Bupati Sambas Heroaldi Djuhardi Alwi salam sambutannya mengapresiasi FGD Perlindungan PMI. Sehingga dapat membantu peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sambas.
Ia mengatakan, Kabupaten Sambas sebagai wilayah perbatasan sangat rentan dengan perdagangan orang. Sehingga FGD ini diharapkan memberikan dampak positif bagi PMI Kabupaten Sambas.
Selain itu, Wakil Bupati Sambas berharap dari pertemuan FGD tersebut dapat terjadi berkesinambungan. Serta berinteraksi dengan pekerja-pekerja Migran yang ada di negara luar.
Dalam kesempatan itu, Wabup Hero menyampaikan, permasalahan utama PMI asal Kabupaten Sambas. Masih ada yang bekerja secara non prosedural, yang terlihat dari data pemulangan PMI asal Kabupaten Sambas yang bermasalah.
“Jika dibandingkan dengan jumlah PMI periode Januari hingga September 2025, PMI yang bekerja secara prosedural berjumlah 90 orang. Sementara pada pemulangan PMI asal kabupaten Sambas yang bermasalah 800 orang,” sebut wakil bupati.
Wakil Bupati Sambas menegaskan, perbedaan nilai tukar Ringgit Malaysia dan Rupiah Indonesia. Memberikan keuntungan decara ekonomi bagi PMI yang mengirim pendapat mereka kepada keluarganya di Indonesia.
“Ini dapat meningkatkan daya beli keluarga PMI, selain itu, peningkatan kesejahteraan PMI memberikan peluang besar bagi keluarga PMI untuk mengakses pendidikan dan kesehatan yang lebih baik,” ujar Wakil Bupati Sambas menjelaskan.
Wabup berharap, dari kegiatan ini dapat mendukung pengetahuan, keterampilan, teknologi dan budaya penting bagi Sumber Daya Manusia (SDM). Salam transfer pengetahuan dan inovasi dari PMI yang bekerja di luar negeri saat mereka kembali ke daerah asalnya.
Penulis: Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News Sambas Times














