Sambas Times. Bupati Sambas Satono mengajak elemen masyarakat Kabupaten Sambas, dan media turut mempromosikan potensi pariwisata, sehingga potensi wisata bisa diketahui wisatawan luar daerah.
Dalam promosi wisata, ujar bupati, perlu kolaborasi bersama pihak media, menurutnya pariwisata Kabupaten Sambas sangat strategis. Namun banyak yang belum mengetahuinya, sehingga perlu digali optimal.
“Ada tiga sektor yang harus digali, pertama pariwisata, perikanan dan pertanian, untuk wisata, Panjang pantai Kabupaten Sambas 198 kilo meter dari Paloh hingga Temajuk. Tentu ini luar biasa jika di gali maksimal,” jelas bupati.
Pemerintah Kabupaten Sambas berharap, agar media turut gencar mempromosikan wisata kabupaten Sambas. Perlu kolaborasi bersama, termasuk pengelola objek wisata dalam menjual ikon wisata, seperti Penyu yang merupakan hewan langka dan di lindungi.
“Sangat perlu kolaborasi media dalam menyampaikan informasi potensi wisata daerah, sehingga dapat di kunjungi wisatawan dalam negeri dan luar negeri,” ajaknya.

DPRD Dukung Pemda Dorong Potensi Pariwisata
Ketua DPRD Sambas Abu Bakar sangat mendorong potensi pariwisata Kabupaten Sambas. Terutama dengan adanya keseriusan Pemerintah Kabupaten Sambas terhadap potensi wisata pantai.
“DPRD mendukung langkah pemerintah memajukan pariwisata, dan pelestarian Penyu. Sehingga Kabupaten Sambas menjadi salah satu tempat pengembangan Penyu di Kalbar,” jelas ketua DPRD.
Ia mengatakan, Kabupaten Sambas telah di tetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) oleh pemerintah pusat. Serta menetapkan Desa Sebubus sebagai Desa Wisata, sehingga perlu dorongan serius pemerintah Kabupaten Sambas.
“KSPN dan Desa Wisata ini tidak hanya sebagai status, tapi bagaimana peran pemerintah bisa sinergis. Termasuk mendorong anggaran, khusus di Desa Temajuk ada tiga, Infrastruktur, Listrik dan Internet dari pemerintah pusat,” harapnya.
Budi salah satu anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)Tanjung Api, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh mengatakan. Dari sisi Pariwisata Pantai Tanjung Api yang menjadi pusat konservasi Penyu selalu ramai didatangi pengunjung.
Pada siang harinya para pengunjung bisa melihat Tukik (Anak penyu), serta menikmati keindahan Pantai Tanjung Api. Sedangkan pada malam hari nya, pengunjung bisa melihat proses Penyu bertelur.
“Dukungan pemerintah dan investor sudah ada di Pantai Tanjung Api, saat ini sudah ada pembangunan vila dari investor. Bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bandara Supadio Angkasa Pura 2,” jelas Budi.
Ia juga mengatakan, pihak Supadio Angkasa Pura 2 mendukung upaya wisata konservasi Penyu. Seperti membuat perluasan tempat penetasan sarang Penyu secara alami (Hatchery), serta pembangunan Gerbang masuk lokasi pantai.
Selain itu, ada juga bantuan Penerangan Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari Dinas Pariwista Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sambas untuk mendukung wisata Pantai Tanjung Api. (Muhammad Ridho)














