Sambas Times. Bupati Sambas Satono minta Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dapat memantapkan program pelayanan kesehatan.
Bupati mengatakan, Kabupaten Sambas memiliki 1.065 perawat kesehatan, diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat bisa lebih maksimal.
“Informasi dari PPNI jumlah perawat ada 1.065, ini harus menjadi perhatian Dinas Kesehatan, sehingga pelayanan keseharian bisa maksimal,” pesan Bupati.
Bupati mengatakan sehat tidaknya masyarakat Sambas tergantung dari peran perawat, sehingga ini menjadi perhatian leding sektor, yaitu Dinas Kesehatan.
“Saya harap segala hal pembangunan terkait bidang kesehatan bisa dikomunikasikan bersama-sama,” harap bupati.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dr Ganjar Eko Prabowo mengatakan akan mengumpulkan semua organisasi profesi untuk mendukung RPJMD Kabupaten Sambas tahun 2021-2026.
“Kita akan mengumpulkan semua organisasi profesi termasuk PPNI, untuk bersinergi antara organisasi kesehatan dengan RPJMD Bupati Sambas,” ujarnya.
Kadis menyebut akan memberikan atensi lebih kepada angka harapan hidup Kabupaten Sambas yang berada di posisi 2 terbawah setelah Kayong Utara.
“Tentu yang menjadi perhatian kita adalah IPM, terutama pada angka harapan hidup. Memang kita naik ke peringkat 5 IPM se-Kalbar, namun angka harapan hidup kita berada di posisi 2 terbawah,” jelasnya.
Selain itu, untuk membedah bagaimana angka harapan hidup di Kabupaten Sambas meningkat, Eko menegaskan akan bekerja sama dengan Bappeda Kabupaten Sambas.
“Untuk membedahnya kita memerlukan bantuan dan dukungan ahli, terutama kita akan bekerjasama dengan Bappeda. Disana akan kita bedah bagaimana angka harapan hidup Kabupaten Sambas bisa naik 2/3 tingkat,” pungkasnya. (Ris)
















