Sambas Times. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sambas menggelar hasil belajar Lokakarya 7 angkatan 7 guru penggerak Kabupaten Sambas. Kamis, (6/7/2023).
Hadir dalam acara tersebut Bunda Literasi Kabupaten Sambas Yunisa, Kepala Disdikbud Kabupaten Sambas Samekto Hadi Suseno, Pimpinan OPD, Kepala Sekolah, Guru Penggerak, dan pihak terkait.
Kegiatan Lokakarya 7 yang dilaksanakan dibawah naungan Balai Guru Penggerak (BGP) Kalimantan Barat dengan mengangkat tema “Guru Bergerak, Indonesia Maju”.
Sebanyak 26 Calon Guru Penggerak (CGP) dari 25 sekolah jenjang TK-SMA se Kabupaten Sambas mengikuti lokakarya tersebut.
Mewakili Bupati Sambas, Kepala Disdikbud Kabupaten Sambas Samekto Hadi Suseno mengucapkan selamat kepada calon guru penggerak yang telah melalui pembelajaran selama 6 bulan.
“Semoga 26 calon guru penggerak dapat mengikuti program pendidikan guru penggerak hingga dinyatakan lulus dengan nilai yang sempurna,” pesannya.
Ia mengatakan, program guru penggerak di Kabupaten Sambas selaras dengan program pemerintah pusat untuk membentuk karakter guru di Kabupaten Sambas.
“Ini terus kita dorong dan dukung agar setiap guru memiliki karakter dengan program-program mereka di sekolah melalui pendidikan ini,” harapnya.
BGP Kalbar Dukung Program Guru Penggerak
Kepala BGP Provinsi Kalbar, Wasimin mendukung penuh program guru penggerak di Kabupaten Sambas.
“Guru penggerak merupakan program yang sangat bermanfaat bagi pemerintah daerah, tujuannya untuk mengupgrade guru di Kabupaten Sambas,” jelasnya.
Wasimin mengajak seluruh guru penggerak berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah, serta berbagi ilmu bersama guru lainnya di sekolah masing-masing.
Kepala Bidang Pembina Ketenagaan Disdikbud Kabupaten Sambas lokakarya 7, Samiri dalam laporannya menuturkan, sebanyak 26 guru yang mengikuti pendidikan guru penggerak angkatan 7 masih berpredikat CGP.
“Ini diikuti 26 guru dari 25 sekolah jenjang TK-SMA angkatan 7 predikat masih CGP, mereka telah mengikuti kegiatan guru penggerak selama 6 bulan,” bebernya.
Ia mengungkapkan,hingga saat ini Kabupaten Sambas memiliki 54 orang guru penggerak. “Masih ada 82 guru yang belum mengikuti program guru penggerak, namun kita memiliki pengajar praktik 25 orang,” tegas dia. (Ris)















