Home / Pemerintahan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 04:16 WIB

DPRD Sambas Konsultasi IJD TA 2026 di Kementrian PUPR RI

Wakil Ketua DPRD Sambas Ferdinan Sholihin bersama Komisi III DPRD Sambas saat konsultasi Program IJD di Kementrian PUPR RI.

Wakil Ketua DPRD Sambas Ferdinan Sholihin bersama Komisi III DPRD Sambas saat konsultasi Program IJD di Kementrian PUPR RI.

​Sambas Times. Komisi III DPRD Kabupaten Sambas melakukan konsultasi ke Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Kunjungan DPRD Sambas membahas percepatan peningkatan infrastruktur jalan di Kabupaten Sambas melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026.

Wakil Ketua DPRD Sambas Ferdinan Sholihin didampingi Ketua Komisi III DPRD Sambas Supni Alatas dan anggota Komisi diterima Ketua Tim Pembinaan Tata Kelola dan Evaluasi Usulan Program Jalan Daerah, Hafiz Fauzi.

Konsultasi Komisi III DPRD Sambas yang membahas program IJD Tahun Anggaran 2026. Dilaksanakan di Ruang Pertemuan Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR RI.

BACA JUGA:  Bawaslu dan KPU Koordinasi PDPB Tahun 2026

​”Program IJD diproyeksikan terus berjalan hingga tahun 2029. Kami memahami kebutuhan daerah sangat besar. Namun dengan keterbatasan anggaran sehingga tidak dapat tercover semua,” ujar Hafiz menjelaskan.

​Wakil Ketua III DPRD Sambas, Ferdinan mengatakan, DPRD Sambas berkomitmen mengawal pembangunan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat. Serta mempertanyakan status jalan yang seringkali menghambat proses penganggaran.

​”Komunitas ini sebagai representasi rakyat. Salah satu poin krusial ialah akses jalan Pelabuhan Sintete yang berstatus non-status. Karena di bawah wewenang Pelindo,sehingga perlu kejelasan, “tegas Ferdinan.

BACA JUGA:  Kodim 1208 Sambas Tingkatkan Kemampuan Apkowil 2023

​Ketua Komisi III DPRD Sambas, Supni Alatas menyampaikan, pasca peresmian Jembatan Sungai Sambas Besar (JSSB). Ekspektasi masyarakat terhadap kelancaran transportasi sangat tinggi.

​”JSSB harus memperlancar arus logistik dan mobilitas. Namun kenyataannya, akses jalan penghubung dari berbagai kecamatan menuju jalur utama kondisinya masih parah,” katanya.

Ia menegaskan, kondisi jalan masih banyak yang rusak parah atau hancur. Ini yang kami dorong agar masuk dalam skema Inpres 2026. “Masyarakat berharap akses jalan penghujung kecamatan dan perbuatan negara ini bisa masuk prioritas,” harapnya.

Penulis: Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Safari Ramadhan

Pemerintahan

Safari Ramadan ke Selakau, Satono Sampaikan Program Daerah
DPRD Kabupaten Sambas

Pemerintahan

Gali Informasi JSSB, DPRD Sambas Kunjungi BPJN Kalbar
Bupati Sambas Satono

Pemerintahan

Bupati Satono Audensi Bersama BRIN Dorong Kebun Raya Sambas
Tebing penahan jalan provinsi di Desa Pimpinan, Kecamatan Teluk Keramat ambruk

Pemerintahan

Keluhkan Tebing Jalan Provinsi di Desa Pimpinan Ambruk
Agri Arisa Kabid PSDM BKPSDMAD bersama Kepala BKPSDMAD Daryanto dan peserta PKA Kabupaten Sambas

Pemerintahan

Agri Arisa Raih Peserta Terbaik PKA Angkatan V se Kalbar
SMAN 2 Sambas

Pemerintahan

Pelajar SMAN 2 Bersihkan Lingkungan Kesultanan Sambas
Anggota Dprd Sambas Bui Kiong

Pemerintahan

Bui Kiong Hadiri RKPDes Sempalai
Pelantikan 53 Kades hasil Pilkades 2022

Pemerintahan

53 Kades Komitmen Majukan Pembangunan Desa
error: Content is protected !!