Sambas Times. Messengers of Peace (MoP) menginisiasi global WOSM sebagai inspirasi anggota Pramuka menjadi agen perubahan positif yang mempromosikan budaya damai dan pembangunan berkelanjutan.
Aktivitas anggota pramuka ini dalam konteks pelestarian alam, peran ini sangat selaras dengan Dasa Darma Pramuka, khususnya poin kedua: “cinta alam dan kasih sayang sesama manusia”
Pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Gunung Melintang Sajingan Besar.
Ketua koordinator MoP Kalbar, Akhmad ikut berkolaborasi sebagai pendukung, sekaligus pemateri diskusi kepemudaan.
MoP Kalbar memberikan apresiasi tinggi aksi nyata pemuda yang di sponsori Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar bersama Pemerintah Kecamatan Sajingan Besar, Galing dan Paloh.
Akhmad menegaskan, kerusakan alam, perubahan iklim, dan kelangkaan sumber daya sering kali menjadi akar konflik. Oleh karena itu, merawat bumi dianggap sebagai bentuk nyata dari membangun perdamaian yang berkelanjutan.
Ada 4 hal dalam pelaksanaannya, diantaranya :
- Peran Pramuka sebagai Agen Perubahan (Agent of Change) dan Edukator.
- Pramuka berperan memberikan contoh nyata dan mengedukasi masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga kebersihan, keanekaragaman hayati, dan keseimbangan ekosistem.
- Pramuka berperan sebagai garda terdepan dalam menggerakkan aksi nyata di masyarakat, seperti penanaman pohon, kerja bakti kebersihan lingkungan, hingga restorasi ekosistem.
- Pramuka sebagai Edukator dan Inspirator: Pramuka bertugas memberikan edukasi dan contoh nyata kepada masyarakat luas tentang pentingnya menghormati keadaan lingkungan saat ini dan bersama-sama mengatasi unsur-unsur penyebab kerusakan alam
Akhmad menjelaskan tanggung Jawab pramuka dalam konteks pelestarian alam, seperti merancang dan melaksanakan proyek Sosial Berkelanjutan (SDGs), terutama golongan Penegak dan Pandega.
Mereka bertanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek sosial lingkungan hidup, yang merupakan salah satu pilar utama dalam penilaian MoP Heroes Award.
Selain itu, mengintegrasikan aksi jenjang kecakapan, karena pelestarian alam bukan sekadar aktivitas insidental, tetapi diintegrasikan secara resmi mencapaian Syarat Kecakapan Umum (SKU), dari tingkat Siaga hingga Pandega, serta syarat Pramuka Garuda.
Termasuk membangun harmoni sebagai wujud perdamaian, karena pramuka bertanggung jawab untuk memahami filosofi, bahwa perdamaian tidak hanya tentang tidak adanya konflik antarmanusia, tetapi harmoni antara manusia dan alam.
Menjaga Kelestarian Bumi Bentuk Nyata Pesan Perdamaian
Akhmad menjelaskan, menjaga bumi bentuk nyata pesan perdamaian, seperti restorasi ekosistem Satuan Karya (Saka) Kalpataru dan Saka Wanabakti melakukan restorasi lingkungan pesisir, melalui edukasi penanaman mangrove dan pelestarian terumbu karang.
Kampanye Iklim dalam menggerakkan aksi nyata seperti “Now For Climate” pada momen Hari Lingkungan Hidup, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang urgensi perubahan iklim.
Kolaborasi Lintas Sektor, bekerja sama dengan instansi setempat (seperti BKSDA, Perkim-LH, Lembaga lainnya ) dalam kegiatan “Go Green” dan penanaman ratusan pohon untuk mencegah kerusakan lingkungan dan cinta alam.
Sebagai MoP, pramuka tidak hanya membawa pesan perdamaian secara lisan, tetapi membuktikannya melalui tindakan nyata dalam merawat bumi.
Pelestarian alam adalah wujud konkret tanggung jawab pramuka menciptakan dunia yang lebih damai, berkelanjutan, dan layak huni bagi semua makhluk hidup, sesuai dengan janji Tri Satya dan Dasa Darma.
Penulis: Muhammad Ridho| Dapatkan Update News Sambas Times














