Sambas Times. Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) membantu Petani Kecamatan Sajad mengolah Rambutan menjadi produk pangan kemasan untuk membantu masyarakat.
“Rambutan diolah menjadi Dodol, Selai Rambutan, Keripik Biji Rambutan dan Teh Kulit Rambutan dalam bentuk kemasan,” kata Ketua PKM Poltesa Junardi. Rabu (4/10/2023).
Junardi menjelaskan, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, kecamatan Sajad merupakan penghasil buah rambutan terbesar Kabupaten Sambas, yaitu berjumlah 10.803 Kw pertahun.
Kendalanya, setiap musim rambutan melimpah, harga jual menjadi rendah, kisaran 2000 rupiah per ikat, sehingga dikeluhkan petani.
“Tentu harga jual rambutan ini tidak sebanding dengan waktu, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan, sehingga Poltesa membantu petani membuat olahan rambutan.” Ucap Junardi.
Melihat ini, Dosen Poltesa berinisiatif melakukan pendampingan membuat olahan dan kemasan rambutan menjadi produk pangan selain menjual buah segar.
“Untuk membuat olahan itu, Dosen Poltesa, khususnya Program Studi Agroindustri Pangan (AIP) membentuk tim melakukan penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM),” ujar jelas Junardi.
PKM mengangkat tema “Diversifikasi Produk Berbasis Buah Rambutan dalam Upaya Meningkatkan Nilai Tambah Buah Rambutan Desa Mekar Jaya. Kecamatan Sajad” yang mulai dilaksanakan dari April – November 2023.
“Adapun Tim dalam PKM, saya Junardi SP MSi sebagai ketua. Dengan anggota Angga Tritisari, ST MM, dan Anggota 2 Andi Maryam, SSi MPd,” bebernya.
Melalui PKM ini, Junardi berharap memberikan manfaat bagi masyarakat, sehingga menjadi peluang bisnis yang berdampak kesejahteraan bagi masyarakat.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















