Sambas Times. Melihat banyaknya potensi Sawit rakyat di Kabupaten Sambas, Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) merintis usaha produk inovasi persemaian Kelapa Sawit unggul.
“Dipilihnya inovasi kelapa sawit unggul, karena Kabupaten Sambas memiliki perkebunan kelapa sawit rakyat,” kata Harmoko Ketua Tim Inovasi, Rabu (22/11/2023).
Selain itu, jelas dia, sebagian masyarakat belum menggunakan bibit unggul. Hal ini berdampak pada hasil produksi kelapa sawit rakyat rendah, yaitu rata-rata 2 ton per hektar.
“Dari rendahnya hasil produksi rakyat ini, sehingga Poltesa mendorong inovasi persemaian Sawit unggul agar dapat diadopsi oleh masyarakat,” ungkap Harmoko.
Menurutnya, persemaian kelapa sawit unggul ini menggunakan bibit varietas Yangambi. Salah satu kelebihan varietas ini mampu beradaptasi pada lahan marginal.
Selain itu kelebihan yang utama adalah memiliki potensi produksi 13 ton/ha. “Beberapa kelebihan dari varietas Yangambi tersebut harus disampaikan ke masyarakat luas,” tegasnya.
Ia menjelaskan, persemaian Kelapa Sawit unggul dilakukan di Kampus Poltesa bulan September 2023. Ini salah satu bentuk Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian.

Ia menambahkan, bentuk pengabdian ini merupakan skema usaha berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
“Tim pelaksana terdiri dosen Poltesa, saya sendiri selaku ketua tim, Hidayat Asta, Andiyono dan Yuliansyah,” jelasnya.
Selain dosen, ada tiga mahasiswa. Kegiatan ini diselenggarakan melalui anggaran DIPA Poltesa Tahun 2023 melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M).
“Ini menjadi salah satu unit usaha Kampus Poltesa. Sifatnya usaha pembibitan kelapa sawit unggul.” Usia bibit saat ini masih 2 bulan. Usia siap jual antara 5 – 6 bulan,” tutupnya.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















