Sambas Times. Pada monitoring penerimaan siswa baru di SMAN 1 Sambas, Wakil Ketua DPRD Kalbar Prabasa Anantatur menyoroti syarat penerimaan siswa berprestasi pada aplikasi penerimaan siswa baru.
Prabasa menilai, persyaratan prestasi penerimaan siswa baru sesuai aplikasi bersifat internasional, sehingga olahraga Lomba Sampan Bidar yang masuk kategori lokal ditolak aplikasi dalam prestasi siswa.
“Ini perlu dikuatkan Peraturan Daerah (Perda) oleh eksekutif dan legislatif. Sehingga syarat prestasi lokal hingga provinsi bisa masuk dalam aplikasi penerimaan siswa baru,” kata Wakil Bupati Sambas Periode 2001-2006 menyarankan.
Menurut Prabasa, ini sangat penting, sehingga kepala sekolah tidak kebingungan menerima siswa berprestasi. “Anak-anak kita yang berprestasi pada Lomba Sampan Bidar begitu mendaftar di tolak aplikasi, ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Kepala Sekolah SMAN 1 Sambas Syafarudin mengaku bingung. Karena ada beberapa siswa yang mengajukan prestasi ditingkat Lomba Sampan Bidar, namun tidak dihitung oleh aplikasi.
“Aplikasi hanya menerima yang sifatnya Non Akademik. Yaitu prestasinya internasional yang ada medali dan sertifikat juara dan sebagainya, itu yang diakui oleh aplikasi,” jelasnya.
Eni Dewi Kurniawati Pengawas Sekolah berharap jalur prestasi 30 persen yang ditentukan, dari jumlah itu jalur akademik 25 persen, dan non akademik 5 persen bisa naik lagi 5 persen untuk prestasi non akademik.
“Pada kurikulum merdeka itu sesuai bakat, minat dan kemampuan, sehingga mereka yang berprestasi sangat kecil sekali dibanding non akademiknya. Sehingga perlu dinaikan, prestasi tidak saja olahraga, tapi seni dan MTQ yang jenjangnya nasional,” pungkasnya. (edo).
Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















