Home / Pendidikan

Minggu, 21 September 2025 - 07:27 WIB

Tim PKM Poltesa Bantu Mesin Pengolahan Kotoran Ternak di Sumber Harapan

Tim PKM Poltesa bersama Mitra memperlihatkan Mesin pengolahan Kotoran Ternak di Dusun Sulor Medan, Desa Sumber Harapan, Kecamatan Sambas.

Tim PKM Poltesa bersama Mitra memperlihatkan Mesin pengolahan Kotoran Ternak di Dusun Sulor Medan, Desa Sumber Harapan, Kecamatan Sambas.

Sambas Times. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) terus berkarya menciptakan teknologi untuk membantu masyarakat.

Sebagai bentuk pengabdian, Tim PKM Poltesa menyerahkan bantuan teknologi pengolahan kotoran ternak berupa mesin penghancur kotoran ternak ke Desa Sumber Harapan, Kecamatan Sambas.

Bantuan berupa alat pengolahan kotoran ternak tersebut diserahkan tim dosen Jurusan Teknik Mesin Poltesa, yaitu Feby Nopriandy dan Suhendra, yang didukung anggaran DIPA Politeknik Negeri Sambas tahun 2025.

“Pengerjaan teknologi ini melibatkan mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Teknisi, P3M, institusi dan mitra yang membantu terlaksananya PKM,” kata Ketua PKM Feby Nopriandy. Sabtu (20/9/2025).

Ia menjelaskan, mitra dalam kegiatan Penerapan Iptek Bagi Masyarakat (PIM) ini adalah kelompok ternak yang beralamat di Dusun Solor Medan, Desa Sumber Harapan, Kecamatan Sambas.

BACA JUGA:  Kipan B Pemangkat Mantapkan Kesiapsiagaan Personel

“Kelompok ternak ini menjalankan usaha pembesaran ternak dan menjual kotoran kambing sebagai pupuk organik kepada petani,” jelas Feby Nopriandy.

Sebelumnya, jelas Feby, mitra menjual kotoran kambing dalam bentuk butiran kasar. “Proses pengolahan kotoran kambing yang dijual hanya dengan mengeringkan kotoran tanpa melakukan proses penghalusan,” bebernya.

Proses pekerjaannya, jelas dia, peternak menggunakan cairan EM4 dalam proses penguraian kotoran kambing. Walau menggunakan EM4, kotoran dalam bentuk butiran memerlukan proses relatif lama untuk terurai.

Upaya untuk mengatasi permasalah ini, adalah dengan penerapan teknologi mesin penghancur kotoran kambing. “Ini sangat penting, karena mesin ini dapat menjadi alternatif dalam pengolahan limbah ternak,” ungkapnya.

Teknologi Ini Meningkatkan Homogenitas Bahan Baku Pupuk

Teknologi ini tidak hanya berfungsi mempermudah proses dekomposisi, tetapi juga mampu meningkatkan homogenitas bahan baku pupuk. Sehingga menghasilkan produk yang lebih seragam dan berkualitas tinggi.

BACA JUGA:  KMKS Nilai APH Sambas Tak Serius Tangani Penyelewengan Dana PIP

“Mesin ini berperan penting mempercepat waktu pengomposan, menurunkan kadar air. Serta mengurangi volume kotoran yang semula berukuran besar menjadi lebih kecil dan mudah diolah,” ujarnya.

Melalui bantuan mesin penghancur kotoran ternak ini, diharapkan masyarakat. Dapat hal ini mitra PKM dapat memperkuat nilai produk peternakan melalui peningkatan daya jual pupuk organik lokal.

“Pengolahan pupuk organik lokal ini semakin diminati, seiring meningkatnya tren pertanian organik dan kesadaran konsumen akan keberlanjutan. Sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

IAIS mengelar kulihat umum yang dihadiri Komisioner Komnas HAM RI

Pendidikan

Kuliah Umum IAIS Dihadiri Komisioner Komnas HAM RI
Politeknik Negeri Sambas

Pendidikan

Tim Sospro Poltesa Berikan Motivasi Kuliah Anak KPM PKH
Politeknik Negeri Sambas

Pendidikan

Pasang PJU, PKM PM Poltesa Terangi Listrik, Seladu, Sejangkung
Ketua MUI Kabupaten Sambas menyapa Santri TPQ yang di wisuda

Pendidikan

MUI Dukung Program Wisuda 1000 Santri BKPRMI Kabupaten Sambas
Museum Daerah Kabupaten Sambas

Pendidikan

Guru SMPN 4 Salatiga Kenalkan Koleksi Museum Daerah Sambas
Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Sambas Samekto Hadi Suseno

Pemerintahan

Safari Pendidikan, Kadisdikbud Sambas Sadar Sekolah di Wilayah Perbatasan
GMNI dan KBM pada kegiatan Tumpahan Salok Sarasehan Marhaenisme

Pendidikan

GMNI dan KBM Sambas Gelar Tumpahan Salok Serasehan
IAIS Sambas

Pendidikan

365 Calon Wisudawan IAIS Sambas Ikuti Yudisium ke XIV
error: Content is protected !!