Sambas Times. Wilmar Kalimantan Barat (Kalbar) memperkenalkan Cantigi Coffee, produk Kopi Robusta hasil binaan petani Pahauman, Kabupaten Landak, di PT Daya Landak Plantation, Kecamatan Jelimpo, Kamis (23/7/2026).
Cantigi Coffe diperkenalkan Wilmar Kalbar pada Rapat Koordinasi Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TSLP)/Corporate Social Responsibility (CSR) Kabupaten Landak Tahun 2026.
Peluncuran ditandai penyerahan produk secara simbolis kepada Wakil Bupati Kabupaten Landak, Erani ST, MT dan Sekretaris Daerah Kabupaten Landak, merangkap Ketua Forum TSLP/CSR Kabupaten Landak, Heri Adiwijaya, SE.
Penyerahan disaksikan peserta dari perusahaan perkebunan dan pertambangan, perbankan, Credit Union, koperasi, tokoh masyarakat dan tokoh adat, serta jajaran perangkat daerah, sebagai peserta Rakor triwulan Forum TSLP/CSR.
Cantigi Coffee merupakan kopi robusta single origin yang ditanam dan dipetik oleh petani di kaki Pahauman, Kecamatan Sengah Temila. Produk telah mengantongi izin edar Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) Nomor 2153773403225.
Nama “Cantigi” diambil dari tumbuhan yang mampu bertahan di tempat paling keras sekalipun, sebuah lambang ketangguhan yang dilekatkan pada petani dan tanah asalnya.
Sepanjang semester pertama 2026, Wilmar Kalbar telah mendukung 93 kegiatan yang menjangkau 17 desa di lima kecamatan, Ngabang, Sebangki, Jelimpo, Sengah Temila, dan Kuala Behe.
Sebagian besar realisasi tersebut masih terserap pada perbaikan infrastruktur jalan desa dan bantuan bersifat sesaat.
Cantigi Coffee hadir sebagai langkah menuju program yang manfaatnya bertahan lebih lama, dengan mendorong nilai tambah petani, dari ceri kopi menjadi biji, hingga menjadi produk kemasan bermerek yang siap dipasarkan.
Ke depan, Wilmar Kalbar akan melakukan pemberdayaan di desa binaan, yang bertumpu pada tiga bidang, sehingga menjadi bagian penghidupan warga, seperti hortikultura, kopi, dan peternakan warga.
Perusahaan juga memohon dukungan pendampingan teknis dari perangkat daerah terkait, agar program tersebut terintegrasi dengan perencanaan pembangunan desa.
Rakor ini merupakan agenda rapat triwulan yang menghasilkan sejumlah keputusan strategis, yang rutin diselenggarakan Forum TSLP/CSR Kabupaten Landak, yang menyelaraskan program tanggung jawab sosial dunia usaha dengan prioritas pembangunan daerah.
CSR Peran Dunia Usaha Dukung Program Daerah
Wakil Bupati Kabupaten Landak, Erani ST, MT dalam arahannya menegaskan, pembangunan daerah perlu dijalankan secara kolaboratif agar hasilnya dapat dirasakan secara maksimal.
Menurut Wakil Bupati, di situlah letak arti penting CSR bagi Kabupaten Landak, yakni sebagai sumbangan dunia usaha yang bekerja seiring dengan program pemerintah daerah.
Ketua Forum TSLP/CSR Kabupaten Landak, Heri Adiwijaya, SE menyampaikan laporan kontribusi perusahaan terhadap program prioritas Pemerintah Kabupaten Landak. Yakni pembangunan Kawasan Industri Landak (KIL) dan penataan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tebedak.
Laporan disampaikan secara terbuka di hadapan seluruh peserta, memuat perkembangan pelaksanaan dan realisasi dukungan masing-masing perusahaan.
Keterbukaan penyampaian laporan tersebut menjadi salah satu catatan positif rapat. Selain itu, rapat juga menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang akan dilaksanakan bersama oleh seluruh anggota Forum.
Jalannya rapat diwarnai banyak masukan konstruktif dari peserta, perwakilan perusahaan, khususnya mengenai upaya membangun Kabupaten Landak secara bersama-sama.
Penulis: Muhammad Ridho| Dapatkan Update News Sambas Times















