Sambas Times. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TIPD) Kabupaten Sambas membahas Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu ke-4 September di Aula Reformasi Birokrasi, Senin (9/10/2023).
Rapat TPID dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sambas Ir H Fery Madagaskar MSi didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ir Sabtuni MSi.
Sekda Sambas mengatakan, rapat TPID menyikapi kenaikan harga barang, serta mencari solusi terbaik menyikapi kenaikan barang yang menyebabkan inflasi.
Hasil kesimpulan TPID ada 3 poin yang dilakukan, pertama ketersediaan pangan daerah. Kedua dampak kenaikan harga beras, dan strategi ketersediaan harga pangan.
Sekda menyampaikan kesimpulan ketersediaan pangan daerah diantaranya, terdapat beberapa poin seperti jumlah kebutuhan konsumsi beras 5.268 ton per bulan.
“Jumlah stok beras hingga September 2023 sebanyak 18.680.38 ton, proyeksi tanam Oktober 2023 s.d Maret 2024 seluas 37.737.76 Ha oleh penyuluh pertanian,” jelasnya.
Selain itu proyeksi panen padi September s.d Februari 2024 seluas 41.743.56 Ha dengan total produksi 113.654.70 ton (GKG) atau setara dengan beras 71.306.96 ton.
“Dengan demikian maka dapat disimpulkan stok produksi beras beras Kabupaten Sambas dijamin aman. Walaupun sekitar 50 persen produksi beras disuplai ke Kabupaten/kota lainnya,” tegas Sekda.
Sedangkan dampak kenaikan harga beras, tentu berdampak terhadap daya beli masyarakat. Khususnya mereka yang berpenghasilan rendah, seperti kelompok nelayan dan buruh.
“Namun kenaikan harga beras berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan petani Kabupaten Sambas. Serta dampak kenaikan harga perlu dikendalikan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi,” imbau Sekda.
Selain itu, strategi mempertahankan ketersediaan pangan daerah pertama dengan menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi.
“Kemudian melaksanakan operasi pasar, khususnya pada lokasi pasar prioritas, mengoptimalkan pemanfaatan alsintan khususnya pompa air,” terangnya.
Sekda berharap gerakan percepatan tanam. Percepatan penyaluran cadangan beras pemerintah melalui bulog tahap II sebanyak 1.167 ton selama 3 bulan ke depan.
Penulis : Riskiyansyah | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















