Home / Pendidikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Poltesa Dampingi Keamanan Pangan dan Inovasi Kemasan Usaha Keripik Pisang

Tim PKM Poltesa bersama Kelompok Usaha El-Shafa di Desa Sempariuk A, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas.

Tim PKM Poltesa bersama Kelompok Usaha El-Shafa di Desa Sempariuk A, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas.

Sambas Times. Kelompok Usaha El-Shafa di Desa Sempariuk A, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas, mendapat pendampingan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Poltesa.

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Nilai Tambah Produk melalui Penerapan Keamanan Pangan dan Inovasi Kemasan di Kelompok Usaha El-Shafa Desa Jawai”, untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk olahan pisang yang dihasilkan masyarakat.

Kelompok Usaha El-Shafa selama ini memanfaatkan potensi pisang lokal sebagai bahan baku keripik pisang untuk mendukung peningkatan pendapatan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian memberikan edukasi dan praktik mengenai keamanan pangan, higiene dan sanitasi, serta penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dalam proses produksi.

Pendampingan diarahkan agar anggota kelompok mampu menerapkan praktik produksi pangan yang lebih bersih, aman, dan sesuai prinsip produksi pangan yang baik.

Selain aspek keamanan pangan, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai pemilihan bahan kemasan, teknik pengemasan, serta pengembangan desain kemasan dan label produk.

Inovasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan perlindungan produk sekaligus membuat tampilan keripik pisang lebih menarik dan informatif bagi konsumen.

BACA JUGA:  Poltesa dan i-Cats Malaysia Sukses Gelar Virtual Mobility Program

“Kami berharap Kelompok Usaha El-Shafa dapat meningkatkan kualitas produk, menerapkan keamanan pangan secara konsisten, serta memiliki kemasan yang mampu meningkatkan nilai jual dan daya saing produk,” harap Ketua Tim Pengabdian, Indria Mahgfirah.

Kelompok El-Shafa Rasakan Manfaat Pendampingan Tim PKM

Eli Sartika Ketua Mitra sekaligus pemilik Keripik Pisang El-Shafa menyampaikan, pendampingan memberikan manfaat bagi dirinya dan anggota kelompok, terutama mengenai kebersihan selama proses produksi dan cara menghasilkan produk yang lebih aman.

“Kami terus berusaha menjaga kebersihan dalam membuat keripik pisang, tetapi setelah mengikuti kegiatan ini, kami menjadi lebih memahami bahwa kebersihan harus diterapkan, mulai dari diri sendiri, peralatan, bahan, sampai lingkungan produksi,” jelasnya.

Selain itu, jelasnya, ia menjadi lebih tahu bagaimana menggunakan APD dan menerapkan cara produksi yang baik. Menurutnya, pendampingan mengenai kemasan memberikan manfaat bagi pengembangan usaha.

Kemasan yang lebih menarik dan informatif dinilai dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, sekaligus memperkenalkan identitas produk Keripik Pisang El-Shafa.

“Kami sangat terbantu adanya pendampingan ini. Sebelumnya kami lebih fokus pada rasa dan proses pembuatan keripik. Sekarang kami memahami kemasan dan label juga penting, ” tutur dia.

BACA JUGA:  Kodim 1208 Sambas Gelar Binkom Cegah Konflik Sosial

Ia mengakui, kemasan dan label untuk membuat produk terlihat lebih menarik dan memiliki nilai jual.” Kami berharap pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut, agar usaha semakin berkembang,” harapnya.

Kegiatan mendapat respons positif dari anggota kelompok. Peserta aktif mengikuti penyampaian materi, diskusi, dan praktik yang diberikan oleh tim pengabdian.

Pendampingan juga menjadi sarana bagi mitra untuk mengevaluasi kembali proses produksi yang selama ini dilakukan dan mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperbaiki.

Pendampingan ini diharapkan dapat mendorong pengembangan agroindustri berbasis potensi lokal, khususnya olahan pisang, sekaligus memperkuat kapasitas usaha masyarakat di Desa Sempariuk A.

Melalui penerapan keamanan pangan dan inovasi kemasan, produk Keripik Pisang El-Shafa diharapkan memiliki kualitas dan identitas produk yang lebih baik, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Penulis: Muhammad Ridho| Dapatkan Update News Sambas Times

Share :

Baca Juga

Politeknik Negeri Sambas

Pendidikan

Poltesa Language Center (UPA Bahasa), Sukses Gelar Japan Expo 2026
Bersama memperlihatkan kemasan olahan rambutan pada PKM Poltesa di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sajad

Info Pasar

Poltesa Bantu Petani Olah Rambutan Jadi Produk Pangan
Misni Safari menjadi Pembina Upacara di SMAN 2 Sambas pada sosialisasi Masjid 1001 Kubah

Pendidikan

YSRM Sosialisasi Masjid 1001 Kubah ke SMAN 2 Sambas
Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi

Pendidikan

Guru Penggerak Panutan Kepemimpinan Bagi Siswa
Bupati Sambas Satono

Pendidikan

Bupati Hadiri Wisuda 22 Mahasiswa ADI
Yusmiadi salah satu perwakilan Guru Honorer Madrasyah, Kecamatan Sebawi mengeluh belum terima gaji selama 6 bulan

Pendidikan

Guru Honorer Kecamatan Sebawi 6 Bulan Belum Terima Gaji
Senat Mulai Umumkan Pembukaan Pemilihan Direktur Poltesa 2025-2029

Pendidikan

Senat Mulai Umumkan Pembukaan Pemilihan Direktur Poltesa 2025-2029
Bawaslu

Pendidikan

UNISSAS Dan Bawaslu Sosialisasi Pendidikan Politik di SMAN 2 Tebas
error: Content is protected !!