Sambas Times. Untuk mendukung Pariwisata berbasis Energi Surya, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) hadirkan Solar Charging Station di Pulau Lemukutan, Kabupaten Bengkayang, Minggu (13/9/2026).
Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan penerapan teknologi energi terbarukan di Desa Pulau Lemukutan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Minggu (13/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, tim memasang Solar Charging Station (SCS) berbasis panel surya yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan wisatawan untuk mengisi ulang daya telepon genggam pada siang hari.
Kegiatan melibatkan tiga dosen dan 10 mahasiswa Politeknik Negeri Sambas. Perjalanan tim dimulai sejak pukul 04.00 WIB dengan proses loading peralatan di Bengkel Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sambas. Tim kemudian menempuh perjalanan darat sekitar tiga jam menuju Pelabuhan Teluk Suak, Kabupaten Bengkayang.
Sekitar pukul 07.00 WIB, rombongan tiba di Pelabuhan Teluk Suak dan beristirahat sejenak untuk sarapan. Satu jam kemudian, berbagai peralatan PKM mulai dimuat ke kapal. Perjalanan laut menuju Pulau Lemukutan dimulai sekitar pukul 08.30 WIB.
Setelah menempuh perjalanan laut selama kurang lebih dua jam, rombongan akhirnya tiba di Dermaga Teluk Cina, Pulau Lemukutan, sekitar pukul 10.30 WIB. Kedatangan tim disambut masyarakat setempat sebelum rombongan menuju penginapan yang berjarak sekitar 500 meter dari dermaga.
Gotong Royong Memasang Solar Charging Station
Memasuki pukul 16.00 WIB, tim kembali menuju kawasan dermaga untuk melakukan instalasi Solar Charging Station. Teknologi tersebut dirancang sebagai fasilitas pengisian daya telepon genggam dengan memanfaatkan energi matahari sebagai sumber listrik.
Instalasi diawali dengan pemasangan dudukan pada dua unit panel surya berkapasitas masing-masing 100 Wp. Kedua panel kemudian dipasang di atas atap loket pendaftaran di kawasan dermaga. Kabel keluaran dari panel surya selanjutnya dihubungkan dengan sistem Solar Charging Station.
Pemasangan alat tidak hanya dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. Masyarakat turut terlibat dan bergotong royong membantu proses instalasi. Di sela-sela pekerjaan, tim PKM memberikan penjelasan mengenai nama dan fungsi komponen, prinsip kerja sistem, hingga cara penggunaan dan perawatan peralatan.
Proses instalasi sekaligus menjadi ruang pembelajaran langsung bagi masyarakat. Tanya jawab yang sesekali diselingi senda gurau membuat kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Penjelasan teknis disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar teknologi yang diterapkan dapat dipahami dan nantinya dikelola secara mandiri oleh mitra.
Setelah seluruh sistem terpasang, tim melakukan pemeriksaan kembali terhadap sambungan kabel dan dilanjutkan dengan pengujian kinerja. Hasil pengujian menunjukkan sistem berfungsi dengan baik. Telepon genggam yang dihubungkan melalui 12 titik stop kontak pada Solar Charging Station dapat melakukan proses pengisian daya.
Solusi Keterbatasan Listrik pada Siang Hari
Setelah beristirahat, kegiatan dilanjutkan pada pukul 20.00 WIB melalui acara seremonial dan pelatihan PKM di Aula Penginapan Long Peri. Kegiatan dihadiri tim PKM, Kepala Desa Pulau Lemukutan, serta mitra kegiatan, yakni Kelompok Pemandu Wisata (Pokdarwis) Anak Remaja Teluk Cina.
Perwakilan tim PKM, Iman Syahrizal, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi tanggung jawab dosen selain pendidikan dan penelitian.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sepenuhnya didanai melalui hibah internal Politeknik Negeri Sambas dalam Program Pengabdian Penerapan Ipteks Masyarakat Tahun Anggaran 2026, Nomor 063/PL37/AL.04.03./PM/2026.
Iman berharap Solar Charging Station yang telah dipasang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Pulau Lemukutan. Ia juga berpesan agar fasilitas tersebut digunakan sebagaimana mestinya serta dirawat secara bersama-sama sehingga memiliki umur pakai yang panjang.
Sementara itu, Kepala Desa Pulau Lemukutan, Ahmad Yusuf, menyambut positif penerapan teknologi tersebut. Menurutnya, fasilitas pengisian daya berbasis energi surya sangat dibutuhkan karena keterbatasan ketersediaan listrik pada siang hari masih menjadi persoalan bagi masyarakat dan wisatawan.
Kondisi tersebut terutama dirasakan wisatawan yang membutuhkan telepon genggam untuk berkomunikasi, memperoleh informasi, maupun mengabadikan berbagai momen selama berwisata di Pulau Lemukutan. Kehabisan daya baterai pada saat pasokan listrik tidak tersedia menjadi salah satu kendala yang selama ini dihadapi.
Kehadiran Solar Charging Station diharapkan dapat menjadi salah satu solusi karena energi matahari yang tersedia pada siang hari dapat dikonversi menjadi energi listrik untuk mengisi daya perangkat elektronik.
Ahmad Yusuf juga berharap kerja sama antara Pemerintah Desa Pulau Lemukutan dan Politeknik Negeri Sambas dapat terus dilanjutkan. Kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat dinilai dapat diarahkan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di Pulau Lemukutan, mulai dari sektor perkebunan, pangan, energi, pariwisata dan penerapan Sapta Pesona, hingga perikanan dan kelautan.

Masyarakat Dilatih Agar Mampu Mengelola Teknologi
Tidak berhenti pada penyerahan teknologi, kegiatan PKM juga memberikan pembekalan kepada mitra agar memiliki pengetahuan untuk mengoperasikan dan merawat peralatan secara mandiri.
Ketua tim PKM sekaligus narasumber pelatihan, Pande Putu Agus Santoso, S.Pd., M.Sc., memberikan penjelasan mengenai komponen-komponen utama Solar Charging Station, fungsi setiap komponen, prinsip kerja panel surya, hingga tahapan merangkai berbagai komponen menjadi satu kesatuan sistem pengisian daya berbasis energi surya.
Materi juga mencakup prosedur penggunaan, pemeliharaan, pemeriksaan sistem, serta langkah penanganan awal apabila terjadi gangguan atau kerusakan pada peralatan.
Antusiasme terlihat dari para anggota Pokdarwis Anak Remaja Teluk Cina yang mengikuti kegiatan. Diskusi tidak hanya membahas alat yang telah terpasang, tetapi juga kemungkinan pengembangan teknologi serupa secara mandiri. Sejumlah anggota mitra berharap, apabila memiliki modal yang mencukupi pada masa mendatang, mereka dapat memasang Solar Charging Station di penginapan yang dikelola masing-masing.
Harapan tersebut mendapat respons positif dari tim PKM. Tim menyatakan tetap membuka ruang komunikasi apabila masyarakat membutuhkan konsultasi mengenai teknologi panel surya maupun bantuan teknis terkait pengembangan dan pemeliharaan sistem.
Bagi tim PKM Politeknik Negeri Sambas, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari terpasangnya sebuah teknologi. Transfer pengetahuan dan tumbuhnya kemampuan masyarakat untuk memahami, mengoperasikan, merawat, bahkan memiliki keinginan mengembangkan teknologi serupa secara mandiri menjadi bagian penting dari keberlanjutan program.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat, penerapan Solar Charging Station di Teluk Cina diharapkan menjadi langkah sederhana tetapi nyata dalam pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung pelayanan wisata di Pulau Lemukutan.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa program Pengabdian kepada Masyarakat dapat menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata masyarakat, sehingga teknologi yang dikembangkan perguruan tinggi tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi hadir dan memberikan manfaat langsung di tengah masyarakat.
Penulis: Muhammad Ridho| Dapatkan Update News Sambas Times
















